KBM SMPN 1 Badas Bertentangan dengan K-13

oleh -4 views
Kepala SMPN 1 Badas, A Rahman Semba S.Pd

SUMBAWA BESAR, SR (26/07/2016)

Kurikulum 2013 (K-13) yang telah diberlakukan tidak memperkenankan sekolah menerapkan double shif atau masuk pagi dan siang dalam kegiatan belajar mengajarnya (KBM). Namun persyaratan itu tidak dilaksanakan oleh SMP Negeri 1 Badas karena masih menerapkan system double shif.

Kepala sekolah setempat, A Rahman Semba S.Pd yang ditemui belum lama ini mengakui tidak melaksanakan salah satu persyaratan yang diwajibkan K-13. Hal ini terpaksa ‘dilanggar’ karena sekolahnya kekurangan kelas. Saat ini, sekolah hanya memiliki 20 ruang kelas. Padahal terdapat 26 rombongan belajar (rombel). Untuk menyiasatinya 10 rombel masuk siang hari dan semuanya siswa kelas VIII. “Masalah double shif ini sudah kami sampaikan ke Dinas Diknas. Dan Dinas Diknas sangat memaklumi kondisi ini,” ujarnya.

Kondisi ini sepertinya akan tetap berlangsung hingga berakhirnya Tahun Pelajaran 2016/2017. Itupun jika ada penambahan local baru. Memang diakui Man—sapaan singkatnya, Pemda Sumbawa telah berencana untuk menambah 10 lokal baru untuk mengganti 8 lokal yang hilang dampak dari pelebaran jalan Samota dan 3 lainnya akan dirobohkan untuk dibangun yang baru di lokasi yang sama. “Meski dibangun 10, hanya dua local saja yang betul-betul baru, dan kami sangat berterima kasih atas perhatian ini,” ucapnya.

Ia tetap berharap adanya penambahan lokal mengingat Tahun Pelajaran 2017/2018 semua siswanya harus masuk pagi. “Kalau tambahan ruang kelas tidak terealisasi, terpaksa sebagian siswa menumpang belajar di sekolah terdekat. Dan terburuknya kami tidak akan menerima siswa baru pada tahun pelajaran mendatang,” demikian Ketua PGRI Kecamatan Badas ini. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Dihadiri Panglima TNI, UNSA Mewisuda 636 Mahasiswanya

No More Posts Available.

No more pages to load.