Kasus Kekerasan Anak di NTB Masih Tinggi

oleh -12 views

SUMBAWA BESAR, SR (26/07/2016)

Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa cukup tinggi mencapai sekitar 60 kasus. Sejumlah kasus ini didominasi kekerasan seksual dan anak yang terjerat hukum. “Di NTB sendiri ada 70 kasus kekerasan terhadap anak yang didominasi kasus anak yang berhadapan dengan hukum,” kata Ketua Pengurus LPA Provinsi NTB, Sahan SH pada kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Terpadu (Yandu) Istbat Nikah, Pencatatan Nikah, dan Pencatatan Kelahiran yang dilaksanakan di Kantor Bupati Sumbawa Senin (25/7) kemarin. Kegiatan itu terlaksana atas kerjasama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi NTB, Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

LPA 1Dijelaskannya, LPA merupakan organisasi sosial/perkumpulan sosial non pemerintah yang bersifat nirlaba dengan fungsi utama memberikan perlindungan pada anak yang berada di wilayah NTB, dengan visi menjadi lembaga pengawal pemenuhan dan perlindungan hak–hak anak. Misi LPA yaitu melindungi anak dari setiap pelanggaran dan pengabaian hak–hak anak, mendorong terwujudnya tatanan masyarakat yang mampu mempromosikan, memajukan, memenuhi dan melindungi hak–hak anak, meningkatkan upaya perlindungan hak anak melalui peningkatan kesadaran, pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan yang memberi peluang, dukungan dan kebebasan terhadap mekanisme perlindungan anak. Selain itu mengupayakan pemberdayaan keluarga dan masyarakat agar mampu mencegah terjadinya pelanggaran dan pengabaian hak anak, melanggar pemenuhan hak–hak dasar anak. LPA bertujuan untuk memberikan perlindungan sosial dan hukum serta penghargaan terhadap hak–hak dasar anak, membantu negara dan pemerintah dalam mewujudkan terpenuhinya hak dasar anak. Membantu dan mencegah terjadinya tindak kekerasan dan segala bentuk eksploitasi atas anak, serta aktif dalam mempengaruhi kebijakan negara dan pemerintah dalam perlindungan anak agar berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Baca Juga  Taman Mangga Rawan, Kapolres Himbau Batasi Jam Aktivitas

LPA 2Disebutkan Sahan, ada 3 Kabupaten yang sudah bekerjasama dengan LPA, yaitu Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Sumbawa. Mengenai kepemilikan Akte Kelahiran, tercatat 47 persen anak di NTB yang memiliki akte kelahiran. LPA bersama pemerintah akan mendorong masyarakat agar memiliki identitas.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Zulkifli dalam sambutan singkatnya menyampaikan, bahwa advokasi tersebut sangat membantu dalam proses pencatatan data masyarakat. “Semoga kerjasama ini bisa kita dipertahankan dan dikembangkan lagi kedepannya,” harapnya. (JEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.