Sambut Tim KARS, RSUD As-Syifa Masih Sulit Terapkan SOPP

oleh -18 views

SUMBAWA BARAT, SR (25/07/2016)

Sebentar lagi RSUD As-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat menyambut kehadiran Tim Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Tim tersebut akan melakukan penilaian, September mendatang, agar rumah sakit kebanggaan daerah “Pariri Lema Bariri” ini mendapatkan akreditasi perdana. Salah satu yang menjadi penilaian adalah penerapan Standar Operasional Prosedur Pelayanan (SOPP). Namun yang menjadi persoalan, masyarakat belum bisa atau belum terbiasa mengikuti standar prosedur dimaksud.

Direktur RSUD As-Syifa, dr. Carlof saat ditemui SAMAWAREA mengakui sangat sulit menerapkan SOPP. Kondisi ini dirasakan kemungkinan masyarajat belum terbiasa dengan aturan baru tersebut. Aturan yang kerap dilanggar di antaranya hak pasien dan keluarga. Misalnya jam besuk. Jumlah keluarga pasien yang datang menjenguk melebihi kapasitas ruangan, dan jam besuk terlihat semaunya. Tentu hal ini sangat mengganggu kenyamanan dan waktu istirahat pasien. “Pasien yang dibesuk maupun pasien lainnya butuh istirahat untuk memulihkan kondisinya,” kata Dokter Carlof.

RSUD Asy Syifa KSB
RSUD Asy Syifa KSB

Kemudian membawa anak berumur di bawah 10 tahun datang membesuk pasien. Ini sangat berbahaya bagi kondisi kesehatan si anak yang daya tahan tubuhnya masih rentan atas penularan penyakit. Ketika petugas menegurnya, terkadang keluarga pasien keberatan dan bersikap kasar. Selanjutnya masyarakat tidak terbiasa mencuci tangan sebelum masuk ruangan. Sulitnya meminta pengertian masyarakat agar pasien yang dinyatakan meninggal dunia dapat disemayamkan di kamar mayat selama 2 jam. Sebab pihaknya kerapkali menemukan jasad yang mati suri dan hidup kembali. Untuk menyiasati dan menjadikan masyarakat terbiasa secara perlahan, pihaknya menerapkan aturan dimaksud dengan sistem ‘buka tutup’. Pihaknya juga terus mensosialisasikan aturan tersebut sehingga lambat laun masyarakat memahaminya bukan hanya untuk kepentingan rumah sakit dalam rangka mendapatkan akreditasi, tapi juga kepentingan pasien dan keluarganya.

Baca Juga  Tinjau Progress RTG, Danrem 162/WB Beri Bingkisan Anak Yatim Piatu

Disinggung persyaratan lain yang menjadi sasaran penilaian Tim KARS lanjut Dokter Carlof, adalah infrastruktur, kelengkapan alat kesehatan (alkes), kualitas dan kuantitas petugas medis. “Untuk persyaratan ini kami rasa sudah memadai,” pungkasnya. (HEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.