Wapres Datang, KSB Titip Bintang Bano dan Lebo Taliwang

oleh -19 views

SUMBAWA BARAT, SR (23/07/2016)

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus berikhtiar untuk menggaet dana pusat bagi pembangunan di daerah tersebut. Setiap peluang yang ada selalu dimanfaatkan untuk melakukan lobi-lobi. Salah satunya memanfaatkan kunjungan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Batu Hijau PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum lama ini. Saat itu Wapres yang tiba menggunakan helicopter puma, didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimuljono dan Menteri PAN-RB, Yuddi Chrisnandi. Tidak tanggung-tanggung Bupati dan Wakil Bupati KSB menitipkan sejumlah proyek senilai triliunan rupiah untuk direalisasikan pusat melalui dana APBN.

Bupati dan Wakil Bupati KSB menyambut kedatangan Wapres dan rombongan
Bupati dan Wakil Bupati KSB menyambut kedatangan Wapres dan rombongan

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST yang dicegat saat menghadiri HBA di Kejaksaan Negeri Sumbawa, kemarin, mengaku kenal dekat dengan Menteri PUPR dan sudah bersahabat sejak lama karena dia pernah menjadi konsultan PU di Jakarta. “Kedekatan inilah yang membuat kami mudah berkomunikasi sekaligus menitipkan sejumlah program pembangunan di KSB,” kata Wakil Bupati termuda di NTB ini.

Di antaranya keberlangsungan proyek pembangunan Bendungan Bintang Bano. Untuk proyek ini membutuhkan dana yang besar yakni sekitar Rp 1,5 triliun. Kemudian pembuatan talud dalam Kota Taliwang untuk penanggulangan banjir yang terjadi setiap tahunnya. Pihaknya sudah membicarakannya dengan Menteri PUPR mengingat dana APBD tidak mencukupi. Dua usulan ini direspon Menteri PUPR yang meminta Pemda membuat proposal dan segera dibawa ke Jakarta. “Untuk pembuatan talud ini kita membutuhkan dana sebesar 107 miliar rupiah,” ungkap Fud—sapaan singkat pejabat ramah ini.

Baca Juga  Ini Alasan Bupati KSB Ijinkan Sholat Berjamaah di Masjid

Fud Wapres 3

Bupati dan Wakil Bupati dan Wakil Bupati KSB terlibat pembicaraan serius dengan Menteri PUPR sekaligus menitipkan sejumlah proyek pembangunan di KSB senilai triliunan rupiah untuk direalisasikan pusat
Bupati dan Wakil Bupati dan Wakil Bupati KSB terlibat pembicaraan serius dengan Menteri PUPR sekaligus menitipkan sejumlah proyek pembangunan di KSB senilai triliunan rupiah untuk direalisasikan pusat

Selanjutnya pengerukan Rawa Lebo Taliwang yang diperkirakan menghabiskan dana Rp 1 triliun. Mengingat dananya juga besar, Fud berharap diback-up pemerintah pusat melalui kementerian terkait yakni Menteri Kehutanan, mengingat lokasinya masuk dalam wilayah konservasi. Meski masuk dalam tanggung jawab kementerian kehutanan, namun Menteri PUPR berjanji akan ikut membantu. Sebenarnya Pemda KSB sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan melalui BPDAS untuk normalisasi Lebo Taliwang. Bahkan dalam pertemuan dengan BPDAS, langsung membentuk tim Normalisasi Lebo Taliwang yang diketuai oleh dirinya selaku wakil bupati beranggotakan tim dari Regional Bali Nusa Tenggara, BKSDA, PU dan lainnya.

Saat ini kondisi Lebo Taliwang sangat memprihatinkan karena tidak terurus dan terjadi sedimentasi. Sebelumnya Lebo tersebut memiliki luas 1.400 hektare (Ha) kini menyusut menjadi 800 Ha. Itupun yang bisa dimanfaatkan atau digarap nelayan hanya 200 Ha. Jika kondisi ini terus dibiarkan lebo akan habis, masyarakat tidak bisa mengoptimalkannya untuk lahan pertanian dan nelayan rawa tidak bisa maksimal dalam memanfaatkannya. “Kami sudah mengajukan proposal dan sudah bertemu dengan Menteri Kehutanan. Beliau berjanji akan memback-upnya. Dan insya Allah Menteri Kehutanan akan kami undang tepat di Hari Ulang Tahun KSB untuk mencanangkan pembersihan Lebo Taliwang,” tandasnya.

Ketika Bintang Bano tuntas, Lebo Taliwang selesai, infrastruktur bagus dan talud dalam kota sudah terpasang, ujar Fud, pekerjaan Bupati dan Wakil Bupati KSB bagi pembangunan daerah, dirasakan sudah beres. “Semoga upaya pemerintah daerah ini mendapat dukungan penuh masyarakat KSB, karena semua itu akan bermuara bagi terwujudnya kesejahteraan rakyat,” demikian Fud Syaifuddin. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD