Meresahkan, Kapolres Perintahkan Tembak di Tempat

oleh -7 views
Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK

SUMBAWA BESAR, SR (23/07/2016)

Aksi perampokan yang terjadi tiga kali dalam semalam, membuat Kapolres Sumbawa prihatin sekaligus gregetan. Untuk mengungkap kasus ini Kapolres telah menerjunkan tim khusus serta memberikan instruksi kepada sejumlah Kapolsek terutama di sepanjang wilayah bagian barat. Bahkan Kapolres juga memerintahkan tembak di tempat terhadap para pelaku yang meresahkan tersebut. “Saya prihatin. Dan saya sudah perintahkan tim khusus untuk mengungkap kasus ini. Bila perlu lakukan tembak di tempat,” tegas Kapolres AKBP Muhammad SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Sabtu (23/7).

Penegasan ini disampaikan Kapolres, karena berdasarkan keterangan korban bahwa pelakunya selain dilengkapi senjata tajam juga memiliki senjata api meski belum dapat dipastikan jenis rakitan atau air softgun. Pelaku juga terbilang sadis dan tidak segan-segan melukai korbannya. Karena dalam aksinya, pelaku yang mengenakan cadar ini mengikat dan menganiaya korbannya. Melihat dari tiga kasus yang terjadi dalam waktu yang sama, modusnya tak jauh beda. Apakah ada keterkaitan kasus satu dengan lainnya atau para pelaku merupakan kawanan yang sama, Kapolres mengaku hingga kini masih dalam penyelidikan. Pihaknya juga akan mereview kembali kejadian-kejadian serupa sebelumnya. Hal ini dilakukan terhadap kemungkinan ‘pemain lama’ beraksi kembali. “Bisa jadi residivis, keluar dari penjara kembali beraksi,” kata Kapolres. Sebagaimana kasus pencurian sepeda motor (curanmor). Dari beberapa hasil penangkapan para pelaku curanmor, ternyata di antaranya adalah seorang residivis yang baru beberapa bulan menghirup udara bebas dari terali besi penjara. “Ini yang sedang kami dalami, apakah ada residivis dalam kasus perampokan ini sebagaimana kasus curanmor itu,” ujarnya.

Baca Juga  Warga Panik, Gunung Agung Semburkan Lava Pijar
Ilustrasi Kasus Perampokan
Ilustrasi Kasus Perampokan

Ia berharap kasus perampokan ini tidak terjadi lagi. Untuk mengantisipasinya, polisi tidak bisa bekerja sendiri melainkan membutuhkan dukungan masyarakat. Di samping polisi meningkatkan patroli malam, Kapolres meminta masyarakat kembali mengaktifkan dan menggiatkan Siskamling. “Kami minta kepala desa hingga ketua RT dan dusun, bisa mengarahkan masyarakatnya untuk mengaktifkan ronda malam,” himbaunya.

Untuk diketahui, dalam dua bulan terakhir ini sudah 6 kasus perampokan terjadi. Awalnya terjadi di kediaman Bahri warga Stowe Brang Kecamatan Utan, 15 Juni lalu. Kasus ini kembali terulang masih di desa yang sama menimpa Man Bakso, 4 Juli. Beberapa hari kemudian yakni 15 Juli, kasus perampokan terjadi di Desa Jurumapin Kecamatan Buer. Yang paling anyar aksi perampok pada 22 Juli kemarin. Bayangkan dalam waktu yang sama tiga kasus terjadi sekaligus. Dua di Desa Badas Kecamatan Badas, satunya lagi di Dusun Koda Permai Desa Jorok Kecamatan Utan. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.