Insiden Pengrusakan Mobil Bupati Sumbawa Selesai

oleh -9 views
Bupati Sumbawa HM Husni Djibril B.Sc, Bupati KSB Dr Ir W Musyafirin MM, Wabup Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah dan Wabup KSB Fud Syaifuddin ST serta Agus Santoso S.Pd

Oknum Guru KSB Minta Maaf

SUMBAWA BESAR, SR (22/07/2016)

Sikap legowo dan sifat pemaaf ditunjukkan Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc. Sikap terpuji yang ditunjukkan orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa ini ketika menerima kedatangan Agus Santoso, S.Pd—oknum guru di SMPN Jereweh KSB pelaku pengrusakan mobil dinas EA 1 A di Dermaga Poto Tano belum lama ini. Agus Santoso datang ke pendopo Bupati Sumbawa ditemani Kadis Diknas KSB, Mukhlis M.Si, Jumat (22/7) sore sekitar pukul 16.00 Wita. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah, Bupati KSB Dr. Ir. H Musyafirin W MM dan Wakilnya, Fud Syaifuddin ST yang kebetulan mampir bersilaturrahim usai menghadiri resepsi Hari Ulang Tahun Bhakti Adhyaksa (HBA) di Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa.

Agus menyampaikan permohonan maaf yang sangat mendalam atas prilakunya yang tidak terpuji, sehingga membuat Bupati dan masyarakat Sumbawa marah. Ia sadar bahwa tindakan yang dilakukannya salah besar. Sebenarnya upaya untuk meminta maaf ini sudah lama ingin disampaikan namun cara dan waktunya yang harus diperhitungkan agar tidak kembali menyinggung perasaan Bupati Sumbawa. “Saya benar-benar khilaf. Mohon maafkan saya,” ujarnya lirih.

Bupati Damai 1Peristiwa tersebut akan menjadi pelajaran berharga baginya dan berjanji tidak akan diulangi lagi. Agus juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sumbawa beserta keluarga yang dengan lapang dada dan penuh persahabatan telah menerima maaf darinya. “Terima kasih Pak Bupati atas kerendahan hatinya,” ucapnya.

Baca Juga  Cegah Ilegal Logging, Polsek Batulanteh Gelar Patroli Gabungan

Sementara Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc didampingi istrinya, Hj Amien Rahmani Husni mengaku telah lama menunggu momen seperti ini. Bahkan jika oknum guru itu meminta maaf pada malam peristiwa terjadinya pengrusakan mobil dinasnya, pasti akan dimaafkannya. Ia tidak ingin menjadi orang yang bukan pemaaf. Ketika ia tidak memberikan maaf tentu akan menjadi orang pendendam. Dendam yang tidak terbalas menjadi beban bagi dirinya. Ini penyakit berbahaya karena selalu membawa kegelisahan dan tekanan negatif bagi orang yang bersangkutan. “Saya juga meminta maaf jika ada kata-kata malam itu yang mungkin kurang enak didengar. Mari kita saling mengikhlaskan,” kata Bupati.

Ia mengaku peristiwa yang telah berlalu itu mengandung hikmah. Dengan pertemuan hari ini secara tidak langsung ada tali silaturrahim yang tersambung. Bupati berpesan selepas dari pertemuan ini oknum guru tersebut dapat menjaga kesopanan baik dalam bertutur maupun bersikap. Sebagai seorang guru pastinya harus memberikan suri tauladan agar bisa diikuti oleh anak didiknya kelak. “Peristiwa kemarin adalah rencana Allah untuk kita bisa bertemu pada hari ini, sekaligus menginstropeksi diri agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi,” ucap Bupati. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD