Bupati Sebut Pejabat Sumbawa Sedang Galau

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (21/07/2016)

Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril B.Sc menilai para pejabat yang tersebar di sejumlah SKPD sedang galau. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab roda pemerintahannya melambat dan aktivitas pembangunan yang belum menggeliat di tengah masyarakat. Kondisi tersebut dirasakan Bupati pada perjalanan lima bulan kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Drs H Mahmud Abdullah. “Yang saya tangkap ada kegalauan. Semestinya para ASN yang galau ini sadar bahwa mereka telah diberikan amanah yang harus ditunaikan karena akan dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada masyarakat tapi juga kepada Allah SWT,” kata Haji Husni—akrab Bupati disapa saat dicegat SAMAWAREA, Kamis (21/7).

Kendati dibayangi mutasi yang tetap dilaksanakan Agustus mendatang, tukas Bupati, harusnya kinerja mereka tidak melempem. Sebab salah satu tolok ukur dalam melakukan mutasi nanti adalah hasil evaluasi kinerja mereka, di samping assessment yang dilakukan tim Asesor dari BKD Provinsi NTB.

Untuk itu masih ada waktu bagi ASN dimaksud untuk memperbaiki diri. Karena ia sebagai orang yang memiliki pengalaman politik bisa menilai orang dari gerakan, langkah, wajah dan bicaranya. Ketika mereka bisa berubah dan bekerja dengan baik, yang seharusnya didemosi kemungkinan tidak dilakukan, demikian yang seharusnya dipromosi bisa sebaliknya terjadi. “Mereka punya kesempatan. Yang belum berintegritas baik dan belum bekerja dengan baik maish ada waktu. Jangan bekerja semau-maunya dan semakin tidak memperdulikan saya. Yang rugikan mereka sendiri,” tukas Bupati, seraya meminta semua aparaturnya tidak terjebak dalam kegalauan. Jabatan adalah amanah yang harus ditunaikan dan tidak bersifat abadi Bekerjalah dengan ikhlas agar bernilai ibadah dan bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Presiden: Jangan Kaitkan Semua Hal dengan Politik

Seperti diberitakan, hingga akhir semester pertama Tahun 2016, serapan anggaran untuk belanja langsung baru mencapai 22,89 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan target yang ditetapkan sebesar 60,52 persen. Ada deviasi antara target dan realisasi yang sangat besar yakni mencapai 37,63 persen. “Jika kita telisik lebih jauh, ternyata serapan anggaran belanja langsung pada semester pertama didominasi oleh belanja pegawai sebesar 30,99 persen, belanja barang dan jasa 26,53 persen, sementara realisasi belanja modal baru mencapai 17,67 persen,” bebernya

Lambatnya realisasi belanja pemerintah, tentu berimplikasi yang serius terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Tidak bisa dipungkiri bahwa besaran belanja pemerintah adalah salah satu kontributor dominan dalam membentuk PDRB di Kabupaten Sumbawa. “Saya sengaja mengungkap keprihatinan ini bukan untuk menunjukkan sikap pesimis akan masa depan pemerintahan ini. Justru hal ini sengaja saya sampaikan sebagai bentuk early warning system atau sistem peringatan dini kepada kita semua untuk sekali lagi segera melakukan pembenahan–pembenahan signifikan. Apa yang saya sampaikan adalah bentuk evaluasi yang seharusnya dilakukan oleh pimpinan pada semua level pemerintahan,” tegasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.