Akhir Juli, Operasional Dea Malela Diresmikan Presiden Jokowi

oleh -0 views

SUMBAWA BESAR, SR (20/07/2016)

Setelah Wakil Presiden RI, Dr. H. Jusuf Kalla menyempatkan diri ke Sumbawa untuk peletakan batu pertama pembangunan Bale Dea Guru “Bait Kalla” dan Masjid Saidah di Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Rabu (20/7) siang tadi, kini Presiden Ir H Joko Widodo direncanakan akan berkunjung ke daerah Sabalong Samalewa ini. Rencana kedatangan RI 1 ini dikemukakan Prof Dr. H Din Syamsuddin. Di hadapan Wapres beserta rombongan termasuk Menteri PUPR dan Menteri PAN-RB, Prof. Din mengatakan, Presiden direncanakan akan datang pada 31 Juli 2016 untuk meresmikan operasional Ponpes yang didirikannya. Sebelum tiba di Sumbawa, Presiden diagendakan membuka secara resmi MTQ tingkat Nasional yang dilaksanakan di Mataram, 30 Juli. “Meski jadwalnya masih tentatif, sudah ada kesediaan Presiden untuk membuka secara resmi operasional Pesantren Dea Malela,” kata Prof Din.

Karenanya putra Sumbawa yang tercatat sebagai tokoh Islam dunia ini berharap dukungan masyarakat dan pemerintah daerah untuk menyukseskan kunjungan tersebut sebagaimana yang telah dibuktikan pada kunjungan Wapres Jusuf Kalla dalam kondisi yang aman dan lancar.

Untuk diketahui, ungkap Prof Din Syamsuddin, Ponpes Dea Malela akan beroperasi 1 Agustus 2016 mendatang. Untuk awalnya, Ponpes ini membuka Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan menerima sedikitnya 60 orang siswa dengan 12 tenaga pengajar yang sebagian besar jebolan Ponpes Gontor. Siswa tersebut selain berasal dari lingkungan Ponpes, juga beberapa daerah di Indonesia bahkan sejumlah negara di dunia seperti Timor Leste, Kamboja, Thailand, Vietnam, Singapore, Beijing, Moskow, London dan Jepang.

Baca Juga  Bahas Energi Terbarukan, Perguruan Tinggi Korea Gandeng UTS

Saat ini Ponpes tersebut tengah membangun. Mulai dari asrama Rusunawa putra yang sudah dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan berharap tahun depan juga dibangun Rusunawa Putri. Kemudian Wisma Ustadzah bantuan dari pertamina dan berharap juga dibangun Wisma Ustadz. Selain itu mulai dibangun Bale Dea Guru “Bait Kalla” untuk para kyai hasil sumbangan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Masjid Saidah—wakaf dari keluarga Almarhum Saidah Abubakar—mertua dari Artis Inneke Koesherawati.

Selanjutnya untuk mendukung operasional Ponpes ini, Pemprov telah menyumbang sumur bor dalam rangka memenuhi kebutuhan air. Prof Din berharap bantuan sumur bor dari propinsi ini ditambah untuk mendukung pengembangan perkebunan dan peternakan di lahan seluas 12 hektar milik Ponpes Dea Malela yang berada sekitar 4 kilometer dari Ponpes. Untuk pengembangan ini Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiah Malang (UMM) meminta lahan dua hektar untuk penggemukan sapi lepas kandang, di samping dua investor yang sudah bersedia untuk bekerjasama tidak hanya peternakan sapi, tapi juga ayam dan holtikultura.

Mengingat banyaknya permintaan, ungkap Prof Din, tahun depan akan dibangun SMA di komplek Ponpes Dea Malela ini menyusul bertambahnya luas area kampus seluas 15 hektar bantuan dari Bupati Sumbawa. Bahkan beberapa tahun berikutnya akan dibangun Universitas Islam Indonesia Internasional. “Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak termasuk pemerintah propinsi dan daerah yang telah ikut membantu dalam mewujudkan cita-cita ini. Semoga Sumbawa ke depan menjadi pusat peradaban dunia,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD