Masih Bermasalah, BPJS Akui Sosialisasi Kurang Maksimal

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (18/07/2016)

Pelayanan BPJS Kesehatan khususnya di Kabupaten Sumbawa masih menuai masalah. Banyak masyarakat miskin selaku pemegang KIS tidak terlayani karena kebijakan yang disosialisasikan BPJS tidak sejalan dengan penerapan pelayanan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Belum lama ini di sebuah puskesmas pemegang BPJS tidak dilayani karena datang di luar jam kerja. Ada juga pasien BPJS Mandiri Kelas I ditempatkan di ruang kelas II bahkan kelas III. Padahal seharusnya pasien itu harus mendapatkan kelas VIP ketika ruang kelas I tidak tersedia. Ketika pasien kelas I ingin ke VIP yang kebetulan ada ruangan yang kosong, petugas kerap mengingatkan pasien untuk membayar selisih penempatan dan perawatan dari ruangan kelas I ke VIP. Seharusnya berdasarkan kebijakan BPJS, pasien BPJS Mandiri Kelas I yang tidak mendapatkan ruangan dapat dialihkan ke kelas di atasnya (VIP). Jika kebijakan dan aturan BPJS ini dipahami petugas RSUD, secara otomatis ini akan berjalan tanpa inisiatif pasien mencari ruangan secara mandiri.

Terhadap permasalahan ini, Kepala Divisi Regional XI BPJS Kesehatan Bali Nusra didampingi Kepala BPJS Cabang Bima, Elly Widiani, Senin (18/7) membantah tidak melakukan sosialisasi, namun mengakui jika sosialisasi tersebut masih belum maksimal karena ada beberaa wilayah yang belum terjangkau. Sosialisasi ini melibatkan berbagai pihak termasuk rumah sakit, puskesmas, dan masyarakat. “Kami harus akui sosialisasi ini belum maksimal. Dan itu sebabnya kenapa kami menitipkan sosialisasi ini kepada media massa untuk dipublikasikan,” pinta Dokter Anurman.

Baca Juga  Gubernur Harap RSUP Jadi Kebanggaan Masyarakat NTB

Mengenai penempatan pasien di ruang perawatan, dr Anurman mengatakan manajemen rumah sakit yang mengarahkan. Ketika pasien BPJS Mandiri Kelas I misalnya tidak mendapatkan ruangan sesuai haknya, harus diarahkan ke kelas di atasnya sepanjang masih tersedia. “Di setiap rumah sakit ada petugas BPJS. Jika ada permasalahan seperti ini silakan hubungan petugas kami di sana,” ujarnya.

Mengingat masih munculnya permasalahan ini, dr Anurman berjanji akan mengkoordinasikan maasalah tersebut kepada pihak rumah sakit agar tidak terjadi perbedaan persepsi atau pemahaman antara BPJS dan pihak rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada pasien BPJS. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.