Bocah SD Ngaku Dicabuli Ayah Kandung

oleh -16 views

Seorang Diri Datang Minta Perlindungan Polisi

SUMBAWA BESAR, SR (14/07/2016)

Bocah berinisial PR terpaksa meminta perlindungan polisi. Anak malang yang masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar (SD) ini terlihat trauma dan ketakutan. Kepada polisi di Polsek Lape, PR mengaku dicabuli ayah kandungnya. Untuk melindungi PR yang selama ini tinggal bersama ibu tirinya, polisi langsung mengevakuasi ke Polres Sumbawa. Dalam penanganan kasus yang memalukan sekaligus memilukan tersebut, korban didampingi sebuah organisasi perlindungan anak dan perempuan.

Kapolsek Lape, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Satrio yang dihubungi Kamis (14/7), membenarkan adanya dugaan kasus pencabulan ayah terhadap anak kandungnya. Saat itu, Selasa (12/7), Polsek didatangi seorang bocah berumur 11 tahun. Kepada polisi, korban yang tanpa didampingi siapapun mengaku beberapa kali dicabuli ayahnya dan terakhir terjadi beberapa bulan yang lalu. Selama ini korban dan kakaknya tinggal bersama ayahnya. Ayahnya sudah menikah lagi setelah bercerai dengan ibu kandungnya. Setelah lama menyimpan rahasia apa yang dialaminya, korban akhirnya menceritakan perbuatan ayahnya kepada ibu kandungnya yang kini tinggal di Malang. Selanjutnya korban melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian.

Untuk menindaklanjuti laporan ini, Polsek berencana membawa korban ke Puskesmas guna dilakukan visum. Tapi korban takut bertemu ayahnya sehingga Kapolsek berinisiatif membawanya ke Sumbawa dan divisum di RSUD setempat. Hasil pemeriksaan, selaput darah di kemaluan korban sudah tidak ada. Namun demikian pihaknya harus mengumpulkan alat bukti untuk memastikan benar dan tidaknya pengakuan korban. Polisi sudah meminta keterangan kakak kandung korban. Dan dalam waktu dekat akan meminta keterangan ibu kandungnya yang kini dalam perjalanan dari Malang menuju Sumbawa.

Baca Juga  Diduga Peras Pengusaha Lobster, Oknum Polisi Diproses

Sementara itu diakui Kapolsek, ayah korban berinisial IE keberatan dengan tindakan polisi mengamankan korban. Saat itu ayah korban bersama belasan orang mendatangi Polsek dan mengancam akan bertindak anarkis. Mereka menuding Polsek menculik anaknya untuk diserahkan kepada ibu kandungnya. “Saya saat itu masih di Sumbawa membawa korban. Setelah dilaporkan anggota bahwa ayah korban datang membawa massa ke Polsek, saya meluncur ke Lape,” ujarnya.

Melihat situasi yang tidak berpotensi tidak kondusif karena ayah korban terkesan memprovokasi massa, akhirnya Kapolsek mengaku membeberkan alasan mengapa memberikan perlindungan terhadap korban. Barulah massa mengetahui dan akhirnya membubarkan diri. “Kami masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, setelah itu kami akan memanggil ayah korban,” demikian Kapolsek. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.