Danki Brimob Sumbawa Jadi Pasukan Perdamaian Dunia di Sudan

oleh -71 views
IPTU Sandro D.R. SIK, Danki Brimob Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (13/07/2016)

Komandan Kompi Brimob Sumbawa segera berganti wajah. IPTU Reza Aditya yang bertugas di Mataram dipercaya sebagai Danki Brimob yang baru menggantikan IPTU Sandro D.R. SIK. Pergantian ini karena IPTU Sandro terpilih sebagai salah satu dari 140 anggota yang akan menjadi utusan Indonesia untuk misi perdamaian dunia. IPTU Sandro—akrab perwira yang dikenal dekat dengan insane pers ini, akan dikirim ke Sudan di Benua Afrika. Sebelum bertolak dalam waktu dekat ini, perwira muda tersebut mengajak wartawan untuk latihan menembak di Halaman Kompi Brimob, Rabu (13/6) sore tadi. Meski terlihat gugup dengan bodi mirip petugas Linmas, para wartawan dari berbagai media cetak, online dan elektronik ini mampu meletupkan pistol dan senjata laras panjang ke arah sasaran. Sayang, amunisi yang ditembakkan ke bawah justru melambung ke atas. Ibarat tembak kaki kena kepala.

Wartawan Nembak 1Wartawan Nembak

Wartawan Latihan Menembak. "Awas Tembak Kaki Kena Kepala"
Wartawan Latihan Menembak. “Awas Tembak Kaki Kena Kepala”

Ditemui di sela-sela kegiatan tersebut, IPTU Sandro mengaku bangga terpilih sebagai salah satu perwira yangdipercaya mengemban misi perdamaian dunia. Tidak semua orang mendapat kesempatan emas ini karena harus mengikuti seleksi yang ketat di Polda NTB. Meliputi tes administrasi, tes TOEFL dan tes kesehatan. Tidak hanya sampai Polda, mereka juga kembali dites di Mabes Polri. Ada 300 orang dari seluruh Indonesia yang mengikuti seleksi di Mabes Polri. Mereka mengikuti tes kesehatan, jasmani dan wawancara yang berlangsung selama tiga minggu. Hasilnya 140 orang yang lulus termasuk dua dari NTB yaitu dirinya dan seorang anggota Brimob yang bertugas di Lombok Timur. Setelah lulus, ungkap Sandro, mereka akan mengikuti pembukaan pra ops mulai 24 Juli dan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Dalam kegiatan tersebut semua peserta mengikuti kursus Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di Sekolah Bahasa Polri. Setelah itu, peserta menjalani tes di Italy sambil menjalankan pelatihan, lalu kembali ke Jakarta untuk persiapan keberangkatan. “Kami akan menjalani masa tugas di Sudan nanti selama satu tahun,” sebutnya.

Baca Juga  Jaksa Kantongi Calon Tersangka Proyek Talud Patedong dan PNPM Badas

Disinggung mengenai pengetahuannya tentang Sudan, Sandro mengaku telah mendapat informasi dari para pendahulunya. Kondisi Sudan berbanding terbalik dengan Indonesia mulai dari cuaca, kehidupan masyarakat maupun gangguannya. Di sana kelompok ekstrimnya lebih kompleks karena senjata dijual bebas. “Kami ditempatkan dalam pasukan polisi dari berbagai negara anggota PBB untuk melaksanakan misi perdamaian,” ujarnya.

Sebagai persiapan, Sandro mengaku kondisi fisik harus stabil. Ia juga harus mengasah kemampuan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan polisi dari seluruh dunia dan Bahasa Arab dengan masyarakat setempat. (JEN/SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.