Ngaku Bawa Bom, Penumpang Wings Air Ditangkap

oleh -41 views

SUMBAWA BESAR, SR (07/07/2016)

Penerbangan Wings Air di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Kamis (7/7) pagi tadi terpaksa ditunda dalam waktu yang tidak terlalu lama. Semua penumpang dengan nomor penerbangan IW 1861 diturunkan dan keluar dari pesawat dalam keadaan panik. Pasalnya salah seorang penumpang bernama Bayu Putra Perdana (19) mengaku membawa bom. Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK yang mendapat laporan dari anggotanya langsung meminta agar pria asal Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya itu diamankan. Tas yang diakui ada bom di dalamnya dievakuasi, di samping pemeriksaan di beberapa sudut pesawat. Kini jebolan SMK di Surabaya yang tercatat sebagai karyawan PT LV Logistic tengah menjalani pemeriksaan penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa.

Teror Bom BandaraTeror Bom Bandara 3Kepala Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, I kadek Yuli Sastrawan yang dikonfirmasi SAMAWAREA, mengakui adanya kejadian tersebut. Saat itu sedang proses Boarding dan semua penumpang sudah berada di dalam pesawat. Awak kabin yang tengah mengatur barang-barang milik penumpang untuk dimasukkan ke dalam bagasi, menegur salah satu penumpang  yang duduk di Seat 2D (paling depan). Sebab tas milik penumpang tersebut diletakkan di bawah kakinya. Saat pramugari meminta untuk dimasukan ke bagasi, penumpang tersebut menolak dan mengatakan di dalam tas tersebut terdapat bom. Sontak saja pramugari dan penumpang lainnya panik. Secara aturan (SOP), semua penumpang diturunkan. Selain itu penumpang yang belakangan diketahui bernama Bayu Putra Perdana diamankan karena dikategorikan sebagai penumpang yang bersikap melanggar aturan penerbangan.

Baca Juga  Kapolda: Motto KSB Selaras dengan Tugas Polisi Memelihara Kamtibmas

Hasil pemeriksaan pengakuan penumpang itu ternyata tidak terbukti karena tas yang diakui ada bom ini isinya hanya pakaian dan cok roll serta sebotol kecil madu. Penumpang itu juga mengaku hanya bercanda. Meski demikian ungkap Kadek, candaannya meresahkan. Selain itu merugikan dirinya sendiri selain tiketnya hangus juga dia diamankan polisi. Kadek mengaku ini adalah kasus pertama yang terjadi di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin. Pihaknya tetap meningkatkan pengamanan bandara sesuai prosedur yang telah ditetapkan. “Kami juga meminta dukungan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan,” demikian Kadek. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD