Doktor Abi dan Prof Ude: Pemilik Baru PTNNT Harus Lebih Bagus

oleh -4 views
Wakil Ketua DPRD, Dr. Drs. A. Rahman Alamudy SH. M.Si dan Rektor UNSA, Prof Dr Syaifuddin Iskandar M.Pd

SUMBAWA BESAR, SR (02/07/2016)

Beragam tanggapan dan harapan mengemuka terkait kepemilikan baru saham mayoritas PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Salah satunya dari Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Dr. Drs. A. Rahman Alamudy, SH., M.Si. dan Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd.

Abi Mang—sapaan akrab pimpinan DPRD ini berharap kepemilikan saham tersebut tidak sekedar formalitas untuk memperlihatkan upaya menasionalisasikan perusahaan asing, tapi kenyataannya dikuasai oleh orang-orang asing yang tidak dikehendaki. “Jangan sampai ini permainan. Pemiliknya orang Indonesia, tapi modalnya orang-orang luar. Jika demikian maka itu tidak ada gunanya bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Sumbawa,” tukas Abi Mang yang ditemui di sela-sela buka puasa bersama di Polres Sumbawa, Jumat tadi malam.

Kepemilikan baru dengan kebijakan yang baru diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di daerah ini. Tentunya harus semakin baik dari sebelumnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di daerah. Demikian dengan deviden yang menjadi hak daerah dan menjadi komitmen bersama. Deviden yang belum diterima daerah melalui PT Daerah Maju Bersaing (DMB)–perusahaan patungan tiga daerah itu harus terbayar. Tidak lagi tersendat hingga menghambat pembangunan di daerah mengingat deviden setiap tahunnya tercatat dalam APBD sebagai bagian penerimaan daerah. “Komitmen itu komitmen itu yang harus dipegang teguh. Dan kami berharap dengan pemilik baru dan kebijakan baru ada semangat nasionalisme yang tercermin di dalamnya,” tandas politisi yang dikenal santun ini.

Baca Juga  Pentingnya Peranan Desa Cegah Ancaman Terorisme

Hal senada dikatakan Rektor Universitas Samawa (UNSA), Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd. Ia ingin agar nakhoda baru tersebut lebih hebat dari sebelumnya. Tentu mampu memberikan konstribusi positif bagi daerah dan masyarakat terutama di Kabupaten Sumbawa, KSB dan NTB. Pembangunan daerah bergeliat, persoalan tenaga kerja teratasi dan tuntas, dan masyarakat semakin sejahtera. “Harus lebih bagus, kalau kacau balau, dan lebih kejam serta merugikan daerah, lebih baik tidak usah berinvestasi,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD