Kejaksaan Disibukkan Persidangan 4 Terdakwa Kasus Korupsi

oleh -9 views

SUMBAWA BESAR, SR (30/06/2016)

Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sumbawa dalam minggu ini sangat sibuk. Mereka harus bolak-balik Sumbawa—Mataram untuk mengikuti sidang empat terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor.

Siapa saja terdakwa tersebut ? Kajari Sumbawa melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Anak Agung Raka DP SH yang dikonfirmasi Rabu (29/6) kemarin, menyebutkan, Yahya Soud—kasus Rumah Adat KSB. Untuk sidang kasus ini telah dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut mulai dari Senin penyampaikan eksepsi, dilanjutkan Selasa tanggapan sela, dan Rabu (29/6) kemarin putusan Sela.

Selanjutnya Nurwahidah—terdakwa kasus dugaan penyimpangan program Proyek Perluasan Kesempatan Kerja (PPKK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa. Kemarin dilakukan pemeriksaan saksi adhecharge (saksi meringankan) dan Kamis hari ini kembali digelar sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Sedangkan Hendrikus terdakwa lain dalam kasus yang sama tinggal menunggu tuntutan yang dijadwalkan 13 Juli mendatang.

Kemudian Handun—terdakwa kasus dugaan korupsi honorarium program bedah rumah di BPM-PD KSB. Pada Kamis (hari ini, Red), terdakwa akan mengajukan pembelaan atas tuntutan pidananya selama 4 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Sebelumnya terdakwa utama, Hendra Perdana Kusuma telah divonis 5 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsidair lima bulan dan membayar uang pengganti sebesar Rp 600 juta lebih. “Minggu ini kami full mengikuti sidang, semoga cepat tuntas agar kami memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan sejumlah kasus dugaan korupsi lainnya karena ada beberapa yang harus dituntaskan sebelum HUT Adhiyaksa pertengahan Juli mendatang,” jelas Agung Raka—jaksa ramah ini.

Baca Juga  Saksi Utama “Bansos” Diperiksa Polisi

Kasus tersebut ungkapnya adalah Pengadaan Kapal Perintis Dishubkominfo dengan dua orang tersangka, Embung Sebewe 3 tersangka dan satu orang tersangka untuk PNPM Lunyuk. Tiga kasus ini tinggal menunggu kehadiran Tim BPKP untuk di BAP. “Hasil perhitungan kerugian negaranya sudah ada, hanya tinggal melakukan BAP terhadap saksi ahli dari BPKP,” demikian Agung Raka. (JEN/SR)Kajari Sumbawa Idul Fitri

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.