Rekanan Rumah Adat KSB Jadi Tersangka

oleh -9 views
Anak Agung Raka PD, SH, Kasi Pidsus Kejari Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (29/06/2016)

Tersangka kasus Rumah Adat Sumbawa Barat, bertambah. Setelah Yahya Soud selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), giliran kontraktor pelaksana, Teguh Maramis menjadi tersangka. Adanya penambahan tersangka ini setelah tim jaksa penyidik, melakukan pengembangan penyidikan. “Kami baru saja menetapkan satu lagi tersangka Rumah Adat yaitu kontraktor pelaksananya, selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap pengerjaan proyek,” kata Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Anak Agung Raka P.D, SH kepada SAMAWAREA, Rabu (29/6).

Dalam waktu dekat, ungkap Agung Raka—sapaan singkat jaksa low profil ini, kejaksaan akan melayangkan panggilan kepada Teguh dalam statusnya sebagai tersangka. Rencananya Teguh dihadirkan setelah lebaran. Mengenai masih kemungkinan adanya penambahan tersangka baru, Agung Raka, menyatakan tergantung hasil pengembangan. “Kemungkinan ini tetap ada, kami terus melakukan pengembangan,” katanya.

Disinggung mengenai upaya praperadilan yang dilayangkan Yahya Soud karena protes terhadap penetapannya sebagai tersangka, Ia menyatakan sudah ada keputusan. Hakim menolak gugatan Yahya karena majelis hakim beralasan kasusnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram.

Untuk diketahui, alokasi anggaran untuk pembangunan rumah adat milik Pemerintah KSB mencapai Rp 2 miliar. Namun dalam pelaksanaannya, proyek tersebut mangkrak menyusul dilakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pemutusan kontrak ini dilakukan karena kontraktornya kabur. Proyek ini dikerjakan PT AS. Hasil penghitungan atas volume pekerjaan hanya 5,4 persen namun diduga kontraktor telah menerima anggaran sebesar Rp 500 juta dari nilai kontrak. (JEN/SR)Kajari Sumbawa Idul Fitri

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Pembunuhan Batu Lanteh Terungkap, Polisi Ringkus Tiga Tersangka