Diduga Ambil HP Pengusaha, Oknum Petugas Bandara Terekam CCTV

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (29/06/2016)

Kasus memalukan terjadi di Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa. Diduga oknum petugas bandara setempat mengambil handphone milik investor peternakan asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (29/6). Handphone tersebut sebelumnya tertinggal di pintu scanning bandara. Pelakunya terungkap setelah kepala keamanan bandara melihat rekaman CCTV.

Karena tidak ingin repot dan pengusaha bernama Suwono yang merupakan Direktur CV Tri Dharma Perkasa ini hendak bertolak, akhirnya kasus dugaan pencurian HP itu tidak dipersoalkan. Namun demikian sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Hewan Indonesia (PPHI) Sumbawa selaku pihak yang mengundang kehadiran Suwono sangat menyesalkan hal itu.

Rusdi Darmawangsyah—pengusaha ternak yang mendampingi Suwono kepada sejumlah wartawan, menilai kasus itu telah menciderai keamanan dan kenyamanan penumpang. Apalagi persoalan tersebut menyangkut citra daerah di mata orang luar. Dituturkan Rusdi Buer—sapaan akrabnya, bahwa Suwono datang ke Sumbawa atas undangan PPHI. Pasalnya Suwono salah satu investor ternak yang akan menjalin kerjasama dengan pengusaha ternak Sumbawa. Setelah pertemuan, Rusdi mengaku mengantar Suwono ke bandara. Suwono terlihat buru-buru karena mengira dia adalah penumpang pemberangkatan pertama. Dengan bergegas, Suwono masuk melalui alat scanning pintu masuk ruang keberangkatan. Setelah semua barangnya sudah melalui proses pemeriksaan, Suwono langsung masuk dan mengambil barang miliknya sekenanya. Saat berada di ruang tunggu, Suwono baru mengetahui jika dia adalah penumpang penerbangan kedua. Suwono juga tersadar jika handphonenya tertinggal di pintu scanning. Akhirnya Suwono pun keluar dari ruang tunggu mengadukan persoalan itu kepadanya. “Saya juga ikut mencari termasuk menanyakan beberapa petugas tapi semua mengaku tidak mengetahui,” kata Rusdi.

Baca Juga  Menang di PN, Doktor Abi Mang Tempuh Kasasi

Rusdi dan Suwono pun berinisiatif menemui kepala keamanan bandara untuk meminta diperlihatkan rekaman CCTV. Setelah dilihat ternyata salah seorang petugas bandara dengan jelas terekam mengambil handphone tersebut. Sebelumnya handphone berisi dokumen penting ini sempat dihubungi. Awalnya nyambung tapi dimatikan. Dihubungi lagi sudah tidak aktif. Akhirnya bersama pihak keamanan mencari oknum petugas dimaksud. Pencarian yang cukup alot ini membuahkan hasil. Dan petugas keamanan bandara menyerahkan HP yang hilang itu kepada Suwono. “Karena pemberangkatan sudah waktunya, Pak Suwono tidak ingin memperpanjang masalah karena HP nya sudah kembali, tapi beliau menyesalkan itu terjadi,” ujar Rusdi Buer.

Harusnya kasus ini tidak boleh terjadi apalagi dilakukan oknum petugas bandara. Dan korbannya adalah seorang investor yang berminat menanamkan investasinya di daerah ini. Di satu sisi, pihaknya selaku pengurus PPHI sedang giat-giatnya membantu program pemerintah untuk mendatangkan investor. “Kehilangan HP mungkin masalah sepele, ini menjadi besar karena kejadiannya di bandara dan menimpa investor. Bisa-bisa nama bandara dan Sumbawa tercoreng,” sesalnya.

Penyesalan senada juga disampaikan Ketua Persatuan Pengusaha Hewan Indonesia (PPHI) Sumbawa, Ridwan SP. “Ini sangat disayangkan. Bisa jadi investor itu menceritakan kepada kolega atau pengusaha lainnya di luar sana mengenai kejadian yang dialaminya. Inikan merugikan kita karena nama daerah tercemar,” tukasnya.

Sementara itu Kabandara Sultan Muhammad Kaharuddin, Kadek belum berhasil dikonfirmasi karena sedang menggelar rapat dengan jajarannya. Informasi membahas peristiwa kehilangan handphone. Namun salah seorang petugas bandara, Muksin mencoba menghalang-halangi wartawan untuk melakukan konfirmasi kasus tersebut. Bahkan dengan nada kasar dan sikap tidak bersahabat meminta wartawan untuk tidak memberitakannya karena masalahnya sudah selesai. Sikap ini mengundang reaksi wartawan lainnya yang kemudian terlibat cekcok bahkan nyaris adu fisik.

Baca Juga  Timgab Tangkap Kakek Pengedar Tramadol

Menurut Randy—wartawan Radar Sumbawa, oknum petugas itu tidak berhak melarang wartawan meliput berita, apalagi menghalang-halangi wartawan untuk mendapatkan informasi secara berimbang. Randy juga meminta agar oknum petugas itu lebih sopan dan beretika dalam melayani masyarakat. (JEN/SR)

iklan bapenda