Rumah Pembuat Petasan Dirazia, Puluhan Handak Disita

oleh -58 views
kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK didampingi Kabag Ops AKP Syafruddin dan Danki Brimob IPTU Sandro, gelar jumpa pers hasil razia

SUMBAWA BESAR, SR (28/06/2016)

Ratusan petasan berbagai ukuran disita polisi dalam razia di sejumlah rumah penduduk wilayah Dusun Karang Padak dan Dusun Kali Baru, Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Badas, Selasa (28/6) pagi tadi. Dalam operasi tersebut, seratusan personil gabungan Sabhara dan Brimob diterjunkan. Tindakan represif ini dilakukan setelah Kapolres Sumbawa telah mengingat warga setempat untuk menyerahkan secara sukarela petasan rakitannya yang siap diledakan pada malam takbiran Idul Fitri 1437 H ini. Namun hingga waktu yang ditentukan, himbauan tersebut tidak direspon meski polisi telah mengidentifikasi warga yang diduga kuat sebagai pembuat petasan dari ukuran kecil hingga raksasa. Selain menyita barang bukti, keempat warga yang terjaring bakal menjalani proses pidana. Artinya mereka dipaksa berlebaran di sel tahanan Polres Sumbawa.

Razia Petasan 3Dalam jumpa persnya, Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK didampingi Kabag Ops, AKP Syafruddin dan Danki Brimob, IPTU Sandro, mengatakan, penindakan dengan menggelar razia ini dilakukan setelah pihaknya menghimbau warga setempat baik secara langsung maupun selebaran maklumat untuk menghentikan kebiasaan meledakkan petasan maupun membuat handak tersebut. Dalam razia tersebut pihaknya melibatkan kepala desa dan perangkatnya. Satu per satu kediaman warga yang teridentifikasi digeledah dan membuahkan hasil. Pihaknya menyita puluhan petasan yang siap diledakkan, dan ratusan bahan pembuat petasan mulai dari sumbu, kertas, hingga bubuk mesiu dari empat orang warga di dua dusun. Cara membuatnya urai Kapolres, kertas digulung padat lalu dimasukkan bubuk mesiu yang diperoleh dari kembang api yang dijual bebas, kemudian dipasangi sumbu sebagai pemicu.

Baca Juga  Polres Sumbawa Terbaik NTB
Kasat Sabhara, IPTU Mathias WAL beserta anggota geledah rumah warga
Kasat Sabhara, IPTU Mathias WAL beserta anggota geledah rumah warga

Razia Petasan

BB Petasan yang disita
BB Petasan yang disita

Bagi warga yang terjaring akan diproses hukum dan dijerat UU Darurat dengan ancaman 12 tahun penjara. Karenanya Ia menghimbau kepada masyarakat lain terutama di wilayah Desa Labuan Sumbawa yang sudah merakit petasan agar menyerahkan produknya kepada polisi. “Kalau diserahkan secara baik-baik akan kami pertimbangkan, jika tidak diserahkan kami lakukan tindakan seperti yang sudah kita lakukan. Dan nama-nama mereka sudah kami kantongi dan kami memberikan waktu sampai besok,” tegasnya.

Upaya ini dilakukan polisi ungkap Kapolres, untuk menyukseskan Operasi Ramadhania dalam menciptakan keamanan, kenyamanan dan kondusifitas wilayah terutama masyarakat sekitar untuk melaksanakan ibadah. Sebab dari informasi yang diperoleh, ada beberapa warga yang menderita penyakit jantung, terpaksa mengungsi pada H-3 lebaran. Sebab pada saat itu hingga hari H, petasan berbagai ukuran diledakkan, bukan hanya memekakkan telinga tapi juga menimbulkan getaran hebat. “Kebiasaan seperti inilah yang harus diakhiri karena ini bukan kebiasan positif tapi meresahkan dan dikategorikan sebagai tindak pidana yang pelaku bisa dibui,” demikian Kapolres. (JEN/SR)Iklan kamtibmas

 

bankntb DPRD DPRD