Merasa Difitnah, Oknum DPRD Polisikan Oknum Kontraktor

oleh -17 views
Andi Rusni, memperlihatkan fotocopy isi FB Taufan

SUMBAWA BESAR, SR (28/06/2016)

Rupanya Muhammad Taufan kalah cepat dari Andi Rusni SE. Andis—sapaan anggota DPRD Sumbawa ini lebih dulu mengadukan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Muhammad Taufan alias Topan Lapas—oknum LSM yang juga kontraktor ini. Pengaduan itu resmi disampaikan kepada Kapolres Sumbawa, Selasa (28/6) siang tadi. “Saya datang mencari keadilan atas pencemaran nama baik yang dilakuakn Saudara Muhammad Taufan melalui media sosial facebook atas nama akunnya sendiri sejak Senin (27/6) kemarin,” kata Andis—akrab Andi Rusni disapa kepada SAMAWAREA usai mengadukan persoalannya di Polres Sumbawa.

Dalam FB itu ungkap Andis, dinyatakan tentang berbagai tuduhan yang mengarah kepada pelanggaran kehormatan, harga diri, harkat dan martabat dirinya secara pribadi, keluarga, maupun kelembagaan. Tanpa hak, Topan (sapaan Muhammad Taufan) mempublikasikan SMS dirinya yang ditujukan kepada pejabat PU yang menurut persepsi Topan mengandung unsur jual beli proyek. Padahal menurut Andis, SMS itu bukan bermaksud seperti itu. Tidak ada kalimat dalam SMS-nya yang mengatakan dirinya melakukan jual proyek. Namun Topan telah menyimpulkannya sendiri, kemudian dipublikasikan ke Facebook sehingga menciptakan rasa dan suasana yang kurang menyenangkan. “Saya menilai apa yang dipublikasikan Saudara Topan melalui akun Facebooknya mengandung unsur fitnah dan tentu melanggar ketentuan UU ITE Pasal 27 ayat 3 bahwa dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik,” bebernya.

Baca Juga  Pasok 1 Ons Shabu ke Mataram, Pasangan Asal Jakarta Diringkus
Inilah isi Facebook Muhammad Taufan yang dinilai mencemarkan nama baik Andi Rusni
Inilah isi Facebook Muhammad Taufan yang dinilai mencemarkan nama baik Andi Rusni

Andis mengakui memang yang mengirim SMS kepada salah satu pejabat di Dinas PU (Harto) yang meminta agar tidak sekali-kali memberikan pekerjaan proyek kepada Taufan Lantung yang bersumber dari aspirasinya. SMS ini bermaksud ingin melindungi Taufan dari benturan dengan loyalis dan keluarganya. “Ketika Saudara Taufan melakukan pekerjaan di PPN—yang merupakan wilayah dan tempat tinggal saya, saya tidak mau ada benturan hanya karena persoalan-persoalan seperti itu. Dan ketika terjadi benturan dan menimpa Taufan, pasti ada pihak-pihak yang mengait-ngaitkan peristiwa itu dengan saya. Ini yang saya jaga, selain saya tidak ingin dituduh, juga untuk melindungi Saudara Taufan,” jelas Andis.

Kemudian mengenai aspirasi. Diungkapkan Andis, aspirasi adalah usulan dan harapan dari orang atau konstituen yang disampaikan melalui pihaknya selaku anggota DPRD terutama yang mewakili daerah pemilihannya. Tentunya aspirasi ini harus disalurkannya. Ketika aspirasi itu hasil reses maka akan disalurkan melalui DPRD dan dibenarkan undang-undang. Namun Taufan menterjemahkannya berbeda yang kemudian dijadikan dasar dan bukti bahwa dirinya selaku anggota DPRD melakukan jual beli proyek. Tak hanya itu dalam status FB Muhammad Taufan tertulis menggunakan Bahasa Daerah Samawa bahwa anggota DPRD menjual paket pengerjaan kepada salah satu pengusaha besar di daerah ini. “Inikan fitnah yang luar biasa. Dia menyerang pribadi saya, apalagi menyebutkan secara jelas nama saya. Selain itu ada upaya untuk memprovokasi orang lain sehingga ikut berkomentar miring yang mengarah kepada saya,” beber Andis.

Baca Juga  Tembakan Peringatan Tak Digubris, Dua Pelaku Hilang di Jalan Tikus

Ia mengaku sudah cukup sabar dengan ulah Taufan. Dari dia melaporkan soal reses fiktif dan kini membuat fitnah dengan tuduhan yang tidak benar. Tindakan Taufan dinilai sudah terlalu berlebihan karena itu langkah hukum yang paling tepat untuk menghentikannya.

Sementara itu Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK, mengatakan bahwa pengaduan Andis belum sampai ke mejanya sehingga belum bisa memberikan komentar terkait dengan materi yang diadukan. Namun setiap pengaduan yang masuk akan direspon secara positif yang kemudian dipelajari. Jika mengandung unsur pidana akan ditindaklanjuti. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.