Jaksa Temukan Indikasi Mark-up Pengadaan Mobil Ambulance

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (27/06/2016)

Pengumpulan data (puldata) yang dilakukan Kejaksaan Negeri Sumbawa terkait dugaan penyimpangan pengadaan mobil ambulance emergency RSUD Sumbawa mulai menemui titik terang. Kejaksaan menemukan indikasi mark-up dalam pembeliannya. Hal ini diungkapkan Kajari Sumbawa, Paryono SH MH kepada SAMAWAREA di ruang kerjanya, Senin (27/6) sore.

Indikasi ini ditemukan bukan hanya dari pengadaan mobilnya, kata Kajari, tapi juga peralatan di dalamnya. Ini diketahui karena perbandingan harga tahun pengadaan dengan harga pada tahun ini. “Dari e-katalog yang ada, harganya lebih murah pada tahun ini daripada tahun lalu atau tahun pengadaan,” ujar Kajari. Namun demikian indikasi ini akan didalami. Untuk itu rencananya penanganan akan ditingkatkan ke penyelidikan. “Kami tinggal menyusun laporan dan peningkatan status penanganan ini akan kami lakukan setelah lebaran,” imbuhnya.

Sebelumnya kejaksaan telah meminta keterangan dari sejumlah pihak baik Bagian Asset Pemda Sumbawa selaku pihak yang mengadakan mobil ambulance ini dan manajemen RSUD Sumbawa selaku pihak yang mengusulkan sekaligus penerima manfaat. Untuk selanjutnya pihak terkait lainnya termasuk tempat pembelian kendaraan tersebut. “Semua yang berhubungan dengan pengadaan mobil ambulance itu akan kami mintai keterangan agar semua menjadi terang benderang,” demikian Kajari.

Seperti diberitakan, pengadaan mobil ambulance emergency ini dilakukan Bagian Aset Setda Sumbawa setelah diusulkan RSUD pada Tahun 2015 lalu. Untuk pengadaannya dialokasikan anggaran sebesar Rp 2 Milyar. (JEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.