Ditolak SMAN 3 Sumbawa, Calon Siswa Asal Moyo Hilir Kecewa

oleh -54 views
SMAN 3 Sumbawa Besar

Decky: Tidak Ada Penolakan

SUMBAWA BESAR, SR (25/06/2016)

Sejumlah siswa terutama lulusan SMP yang berada di Kecamatan Moyo Hilir, kecewa berat. Keinginan besar mereka untuk masuk SMA Negeri 3 Sumbawa, kandas setelah ditolak oleh Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Padahal dari jumlah nilai mata pelajaran yang di UN-kan memenuhi persyaratan. Demikian juga waktu pendaftaran tidak keluar dari jadwal yang telah ditentukan. Seperti yang dialami Fauzan dan Fauzi—putra dari Siti Hadijah, warga Kecamatan Moyo Hilir. Putra kembarannya lulusan SMPN 1 Moyo Hilir pulang dengan wajah kecewa. Sebagai orang tua tentu merasa prihatin karena keinginan anaknya masuk ke sekolah yang dianggap favorit, pupus. “Kok bisa ditolak padahal semua memenuhi syarat,” tukas Hadijah.

Nilai NEM Fauzan 29, sedangkan adiknya Fauzi 27,25 lebih tinggi dari standar NEM yang ditetapkan SMAN 3 Sumbawa. Putranya juga mendaftar pada tanggal 23 Juni, hari terakhir pendaftaran. Setelah ditanyakan, kedua putranya ditolak mendaftar karena berasal dari luar kota. Karenanya ia menilai penerimaan siswa baru di sekolah itu diskriminatif karena mengamputasi keinginan masyarakat untuk mendapatkan sekolah terbaik. Setelah ditolak mendaftar di SMAN 3 Sumbawa, kedua putranya telah diterima mendaftar di MAN 1 Sumbawa.

Menanggapi hal itu, Ketua Panitia PPDB SMAN 3 Sumbawa, Decky Funay S.Pd membantah menolak siapapun yang mendaftar di sekolahnya. Ia juga tidak bisa mengidentifikasi siswa-siswa yang mengaku dan merasa ditolak oleh pihaknya. Bagi yang tidak diterima mendaftar ungkap Decky, kemungkinan tidak memenuhi persyaratan dan mendaftar di luar jadwal yang telah ditentukan. Memang diakui Decky, pendaftaran dibuka mulai 20 Juni sampai 23 Juni. Pada hari terakhir ada kesepakatan dengan dua sekolah lain yaitu SMAN 1 dan SMAN 2 Sumbawa untuk menutup pendaftaran pada pukul 09.00 Wita.

Baca Juga  Baru Diangkat, Rektor Baru Paparkan Program, Bupati dan DPRD Siap Support UNSA

Ia juga membantah ada diskriminasi dalam penerimaan siswa baru. Semua yang mendaftar asal tidak keluar dari ketentuan yang ada akan diterima, termasuk calon siswa yang berasal dari luar kota. Dan jumlah kuota yang diterima dari luar kota selain Kecamatan Sumbawa, Labuan Badas dan Unter Iwis, sebanyak 5 persen dari kuota keseluruhan. Ada ketentuan khusus untuk calon siswa dari luar kota. Di antaranya memperoleh peringkat/rangking I, II dan III nilai raport SMP dari kelas VII, VIII dan IX tiap-tiap semester yang disertai dengan rekomendasi/keterangan dari kepala sekolah asal. “Jadi tidak ada diskriminasi, persyaratannya sudah jelas dan kuotanya juga demikian,” ujar Decky.

Sementara itu Kadis Diknas Sumbawa melalui Kabid Dikmen, M Ali HK S.Pd M.Pd, mengaku belum bisa berkomentar banyak karena belum melihat petunjuk tekhnis (juknis) PPDB sekolah bersangkutan. Selain ada juknis kabupaten sebagai acuan, sekolah juga membuat juknis internal. “Juknis internal inilah yang belum saya lihat sehingga saya belum bisa memberikan komentar,” aku Ali—akrab mantan Kepala SMAN 2 Sumbawa ini disapa.

Untuk Juknis kabupaten pada tahun lalu, ungkap Ali, memang Kecamatan Moyo Hilir dikategorikan berada di luar kota. Tapi pada tahun ini hal itu tidak disampaikan yang kemungkinan sekolah masih mengacu pada juknis sebelumnya yang kemudian dijadikan acuan ke dalam juknis internalnya. Bisa jadi ada beberapa pertimbangan karena di Moyo Hilir juga ada sekolah lain yang membutuhkan calon siswa baru yakni MAN 2 Sumbawa dan MA Gunung Galesa. “Insya Allah Senin lusa akan kami cek dan meminta klarifikasi dari sekolah bersangkutan,” demikian Ali HK. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.