Utang Dibayar Nyawa, Tewas dengan 7 Tusukan

oleh -5 views
Pelaku Pembunuhan Labangka

SUMBAWA BESAR, SR (24/06/2016)

Utang dibayar nyawa. Itulah kejadian tragis yang menimpa Agustinus (30), Kamis (23/6) kemarin. Warga Sumba NTT ini tewas mengenaskan setelah mengalami tujuh tusukan akibat ditikam temannya sendiri, DRS (21). Kasus yang terjadi di Kecamatan Labangka ini bermotif utang piutang. Karena korban tidak membayar utang, tersangka menghabisinya. Kini tersangka telah diamankan pihak Polsek Labangka dan penahanannya dititipkan di Polres Sumbawa.

Kapolsek Labangka, IPTU I Made Kandra yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Jumat (24/6), menuturkan kronologis kasus pembunuhan tersebut. Berdasarkan keterangan tersangka, keduanya sama-sama warga Sumba NTT datang ke Labangka menjadi buruh musiman untuk panen jagung. Awalnya korban meminjam uang kepada tersangka sebesar Rp 2,5 juta untuk pulang kampung. Balik dari Sumba, korban kembali meminjam uang Rp 2,5 juta sehingga totalnya menjadi Rp 5 juta. Setelah beberapa lama, secara kebetulan keduanya bertemu, dan tersangka menanyakan kapan uangnya akan dikembalikan. Karena ditagih, korban marah hingga memukul korban. Saat itu tersangka tidak melawan melainkan pulang ke pondoknya, demikian juga korban. Sampai pondok, tersangka mengambil sebilah badik lalu beranjak mendatangi pondok korban. Di tempat itulah tersangka menghabisi korban. Tersangka yang kesetanan secara bertubi-tubi menusuk tubuh korban di antaranya di perut dan dada. Akibat 7 tikaman ini korban tewas di tempat. Saat kejadian situasi sedang sepi hanya ada mereka berdua, sementara pekerja lainnya sedang memanen jagung. Tersangka berterus terang kepada teman-temannya telah membunuh korban.

Baca Juga  Aksi Sweeping APLS Berakhir di Meja Pertemuan Tripartit
Kapolsek Labangka, IPTU I Made Kandra
Kapolsek Labangka, IPTU I Made Kandra

Selanjutnya teman korban melaporkannya kepada pihak Polsek Labangka yang kemudian turun ke TKP menangkap tersangka. Selain itu melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke Puskesmas untuk dilakukan visum et repertum (VER). Karena korban tidak memiliki keluarga di Sumbawa, pihak Polsek mengevakuasi korban ke RSUD Sumbawa. Selanjutnya jasad korban diserahterimakan kepada Ketua Rukun Warga Sumba Kabupaten Sumbawa. Untuk pertimbangan keamanan, ungkap IPTU Kandra—akrab Kapolsek disapa, pihaknya mengevakuasi tersangka ke Polres Sumbawa. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD