PT Seger Jangan Bersikap Arogan

oleh -59 views

SUMBAWA BESAR, SR (20/06/2016)

Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa, Andi Rusni SE mengingatkan PT Seger Agro Nusantara untuk tidak bersikap arogan dengan memecat para pekerjanya hanya karena menyampaikan aspirasi ke DPRD Sumbawa. Andis sapaan akrab politisi Gerindra ini menduga para pekerja itu hanya korban dari para pihak yang ikut membuat keruh kondisi ini. Dalam hearing kemarin, Ia sempat menanyakan kemana serikat pekerja (SPSI) di dalam PT Seger, mengapa tidak bersuara mengenai hal ini sehingga SBP2S memboncengi gerakan tersebut.

Namun apapun itu perusahaan tidak boleh berlaku arogan. Sebab setiap warga negara termasuk para pekerja berhak menyatakan pendapat baik tertulis maupun lisan karena dilindungi UU. “Jika dilarang ini bentuk pelanggaran yang dilakukan perusahaan. Sebab orang demo saja boleh apalagi itu di dalam perusahaan yang secara tidak tersurat ada ikatan,” tukasnya.

Bukti ikatannya ungkap Andis, perusahaan memberikan atau menyuruh pekerja untuk bekerja dan pekerja mendapat bayaran. Tidak perlu harus ada ikatan secara tertulis, sebab transaksi itu sudah menjadi sebuah keesepakatan. Untuk itu agar tidak menimbulkan ekses lebih jauh, Andis meminta agar perusahaan menarik kembali para pekerja yang dipecat. “Kami tidak bisa menerima tindakan perusahaan yang memecat pekerjanya hanya karena mereka datang menyampaikan aspirasi kepada wakilnya di DPRD ini,” ujarnya.

Dan dalam hearing itu tidak pernah ada himbauan ataupun rekomendasi dari Komisi IV yang meminta perusahaan memecat pekerja. Komisi IV meminta kedua belah pihak untuk menyempurnakan kesepakatan dengan membuat perjanjian bersama jika UU memperbolehkannya. Tapi sebaliknya jika UU tidak membenarkan adanya perjanjian secara tertulis maka para pihak tidak boleh memaksakan kehendak. “Ini yang kami sampaikan saat hearing,” demikian Andis. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Posting Kalimat Diduga Melecehkan "Husni-Mo", Taufieq Hidayat Dipolisikan

No More Posts Available.

No more pages to load.