Komisi IV Sesalkan PT Seger Pecat Pekerja

oleh -1 views
Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa, Ida Rahayu, S.AP

SUMBAWA BESAR, SR (20/06/2016)

Pemecatan sepihak dilakukan PT Seger Agro Nusantara terhadap sejumlah buruh yang mengikuti hearing di DPRD Sumbawa, disesalkan sejumlah pihak terutama Komisi IV. Komisi yang menangani salah satunya bidang ketenagakerjaan mengaku kaget dengan tindakan perusahaan tersebut. “Kami tidak menerimanya kalau pemecatan itu akibat dari hearing yang kami fasilitasi kemarin, ini tidak boleh terjadi,” sesal Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa, Ida Rahayu S.AP kepada SAMAWAREA, Senin (20/6).

Hearing yang dilakukan sejumlah buruh dalam memperjuangkan haknya adalah cara santun dan harus diapresiasi. Apalagi hearing itu bertujuan untuk menyatukan persepsi dan pemahaman kedua belah (buruh dan perusahaan). Dalam hearing kemarin, para buruh yang sebelumnya menuntut akhirnya menjadi paham setelah mendapat penjelasan. “Dan ini salah satu tujuan dari hearing tersebut, memberikan pemahaman agar bisa paham,” ujarnya.

Ida Rahayu S.AP (Ketua Komisi IV) dan Andi Rusni SE (Anggota Komisi IV)
Ida Rahayu S.AP (Ketua Komisi IV) dan Andi Rusni SE (Anggota Komisi IV)

Kemudian keinginan para buruh yang didampingi Serikat Buruh dan Pekerja Pulau Sumbawa (SBP2S) untuk dibuatkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) menurut Ida—akrab Srikandi Dewan ini, dinilai cukup bagus. Karena dalam PKB itu nantinya akan mengakomodir kepentingan buruh maupun perusahaan. “Misalnya ini jagung 10 ton, silakan angkat bayarnya sekian dengan system borong. Terserah buruh mau menuntaskan 1 atau 5 jam itu terserah. Jika sebagian buruh tidak setuju maka bisa dikerjakan oleh buruh lainnya,” kata politisi PAN ini.

Karenanya dalam waktu dekat Komisi IV akan kembali mengundang manajemen PT Seger termasuk para buruh. Ini dilakukan agar masalah ini tidak membesar dan berdampak negative bagi kelangsungan investasi perusahaan tersebut. selama ini keberadaan PT Seger telah memberikan dampak positif terutama bagi masyarakat sekitar dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus. “Mari kita ciptakan rasa aman, damai dan nyaman, jangan sampai masalah kecil ini menjadi pemicu terjadinya keributan yang lebih besar dan bumerang bagi perusahaan tersebut,” demikian Ida Rahayu. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Lima Truk Kayu Legal, Dua Truk Kembali Diamankan