Waspada !! Narkoba Jenis Baru Banyak Beredar

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (19/06/2016)

Narkoba jenis baru mulai marak beredar dan dikonsumsi sejumlah kalangan. Selain mudah diperoleh, juga penggunaannya belum masuk dalam koridor tindak pidana sehingga polisi sulit mengambil langkah tegas kepada para pelakunya. Bukan hanya sejenis narkoba, tapi ada juga obat yang dijual bebas dan diracik dalam minuman ringan. Jika dikonsumsi efeknya seperti narkoba, penggunanya akan fly dan setengah sadar. Seperti meracik Tramadol dan kini Komix. Biasanya racikan obat ini dikonsumsi para remaja dan pelajar.

Untuk mengantisipasi hal ini, jajaran kepolisian Polres Sumbawa melalui Satuan Reserse Narkoba mengintensifkan penyuluhan mengenai dampak negative dan bahaya narkoba. Sebagaimana yang dilakukan di SDN 2 Sumbawa Besar, Sabtu (18/6). Kegiatan penyuluhan tersebut diikuti 120 peserta terdiri dari kepala sekolah, guru, pengawas yang berasal dari tiga kecamatan yaitu Sumbawa, Unter Iwis dan Kecamatan Badas. Hadir dalam kesempatan itu Kadis Diknas Sumbawa Sudirman Malik S.Pd yang dalam sambutan pembukaannya memberikan apresiasi digelarnya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sangat positif sebagai upaya untuk mencegah penggunaan narkoba yang kini sudah merambah di semua kalangan. Bahkan Sumbawa telah dikategorikan sebagai daerah darurat narkoba. “Ini langkah positif yang diinisiasi jajaran Polres Sumbawa dalam rangka mencegah penggunaan narkoba khususnya di kalangan pendidikan,” ujarnya.

Narkoba Penyuluhan 1Sementara itu Kasatres Narkoba Polres Sumbawa, IPTU Totok Suharyanto SH, mengatakan, penyuluhan ini merupakan perintah pimpinan mengingat saat ini sudah darurat narkoba karena merambah semua kalangan. Penyuluhan ini dimaksudkan agar masyarakat mendapat wawasan yang cukup mengenai peredaran gelap dan bahaya penggunaan narkoba, maupun modus para pelaku dalam menjerat sasarannya. Para pengedar dan bandar sekarang sangat pintar. Mereka melakukan berbagai macam modus dalam mencari mangsa. Dalam aksinya mereka menggunakan jaringan terputus sehingga menyulitkan polisi untuk menjamah bandar ketika pengedar atau penggunanya tertangkap. Mereka juga sangat paham hukum  dengan ‘berlindung’ pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) yang salah satu ketentuannya bahwa shabu yang beratnya di bawah 1 gram tidak bisa diproses hukum melainkan diassesment atau direhabilitasi. Selain itu untuk mengelabui aparat mereka menggunakan tawas sebagai barang bukti. “Kami harus bekerja keras untuk mengungkap kasus ini dan harus lebih pintar dari para bandar dan pengedar. Tentu kami tidak bisa bekerja sendiri melainkan harus didukung oleh semua pihak termasuk pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Koster-Ace Hadiri Doa Bersama Pilkada Damai

Terkait dengan jenis baru narkoba, Totok mengakui hingga kini pihak kepolisian masih belum bisa menjerat pelakunya, karena tidak masuk dalam jenis yang diatur dalam koridor tindak pidana. Kemudian soal penggunaan obat-obatan Tramadol dan Komix yang diracik dalam minuman kaleng, Totok menyatakan dalam waktu dekat akan bersurat ke sejumlah apotik agar tidak melayani pembeli yang membeli obat dimaksud dalam jumlah besar. “Masalah narkoba dan masa depan generasi muda adalah tugas dan tanggungjawab bersama,” demikian Totok. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.