Polisi akan Antisipasi Tradisi Mercon Raksasa di Labuan

oleh -13 views
Ilustrasi

SUMBAWA BESAR, SR (19/06/2016)

Tradisi membunyikan petasan raksasa di Labuhan Sumbawa setiap malam Idul Fitri bahkan menjelang Sholat Ied, bakal berakhir. Sebab polisi tidak segan-segan untuk menindak tegas pelakunya dan dijerat unsur pidana serta mendekam di balik jeruji besi. Langkah polisi ini dilakukan karena prilaku yang dianggap tradisi tahunan tersebut sangat meresahkan dan mengganggu warga maupun pengguna jalan setempat. Larangan terhadap prilaku yang mentradisi ini sudah jauh hari disampaikan Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK baik melalui maklumatnya yang disebar ke sejumlah pelosok, hingga khutbah dan kultum dari masjid ke masjid. Tak hanya itu tindakan nyata juga dilakukan dengan merazia sejumlah penjual serta menempatkan personil di sekitar tempat ibadah dan lokasi-lokasi yang dianggap rawan.

Kabag Ops Polres Sumbawa, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Syafruddin, mengatakan operasi “K2YD” sudah dilaksanakan dari 28 Mei 2016 dan akan berlangsung hingga hari H Idul Fitri. Upaya ini dilakukan untuk menekan penggunaan mercon atau petasan, antisipasi balap liar serta merazia sepeda motor yang menggunakan knalpot racing, di samping tindak criminal lainnya. “Setiap malam kita turunkan anggota, diback-up 60 personil anggota Brimob,” kata perwira berkumis tebal ini, Minggu (19/6). Petasan Raksasa

Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP Syafruddin saat diwawancarai wartawan SAMAWAREA
Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP Syafruddin saat diwawancarai wartawan SAMAWAREA

Khusus di Labuan Sumbawa, ungkap AKP Syafruddin, pihaknya sudah mengantisipasi tradisi mercon raksasa mulai dari himbauan berisi larangan bahkan ancaman proses hukum bagi penggunanya. Dari komunikasi dengan masyarakat setempat, ternyata membunyikan mercon raksasa pada malam dan hari H Idul Fitri bukan tradisi melainkan kebiasaan yang muncul setelah zaman modern. Menurut warga setempat yang menjadi tradisi adalah membunyikan meriam bambu menjelang berbuka puasa dengan lokasi di pinggir sungai, kebun dan tempat yang jauh dari keramaian.

Baca Juga  Dua Direktur PT ASL Diperiksa Polisi

Karena itu pada malam dan hari H Idul Fitri, pihaknya akan menurunkan ratusan anggota yang diback-up satu kompi Brimob di wilayah Kota Sumbawa termasuk Labuan Sumbawa. “Tidak ada ampun, yang membunyikan mercon atau petasan langsung diproses dan ditahan. Ini bentuk tindakan tegas dan peringatan yang tidak main-main,” demikian Kabag Ops. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD