Pemerintahan Husni-Mo Danai IKLS Ratusan Juta

oleh -12 views

SUMBAWA BESAR, SR (19/06/2016)

Ikatan Keluarga Lombok Sumbawa (IKLS) yang disinggung dalam Pandangan Fraksi Nasdem terkait penjelasan Bupati Sumbawa terhadap Ranperda RPJMD Sumbawa Tahun 2016—2021 belum lama ini, bukan sebagai bentuk penolakan keberadaan kelompok masyarakat atau etnis tersebut.

Menurut Ketua Fraksi Nasdem, Hasanuddin SE didampingi H Zulkarnaen (Wakil Ketua Fraksi) kepada SAMAWAREA usai buka puasa bersama di kediaman Ketua Nasdem Sumbawa, Minggu (19/6), bahwa yang mereka tolak adalah kelompok masyarakat yang ekslusif dan mendapat perhatian pemerintah daerah lebih menonjol daripada kelompok lainnya. Sebab IKLS mendapat suntikan dana dari pemerintah daerah sekitar Rp 200 juta. Padahal banyak kelompok masyarakat lainnya seperti Ikatan Keluarga Sumbawa, Ikatan Keluarga Bima-Dompu, Ikatan Keluarga Jawa, Ikatan Keluarga Madura, Sulawesi dan lainnya yang juga harus diperlakukan sama. “Inilah kesan ekslusifisme yang membuat kami tidak respek. Bagaimana kalau kelompok lain meminta dana dengan besar yang sama seperti IKLS, apakah pemerintah mampu untuk merealisasikannya,” tanya Daeng Uding—akrab politisi ini disapa.

Zulkarnain ST MT (Staf Ahli Fraksi Nasdem) dan Hasanuddin SE (Ketua Fraksi Nasdem)
Zulkarnain ST MT (Staf Ahli Fraksi Nasdem) dan Hasanuddin SE (Ketua Fraksi Nasdem)

Ditambahkan Zulkarnain ST—Staf Ahli Fraksi Nasdem, bahwa Sumbawa memiliki Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) agar kelompok masyarakat dari berbagai etnis itu tidak menempatkan diri pada posisi yang eksklusif. Semua berada di bawah LATS sebagai satu kesatuan dalam kerangka Tau dan Tana Samawa. “Jadi cukup LATS saja yang didanai yang nantinya akan mengatur kelompok-kelompok masyarakat ini sehingga memiliki kedudukan maupun perhatian yang sama serta tidak lagi menyebutkan asal-usul. Jadi bukan mana kelompok yang dekat atau mendukung pemerintahan Husni Mo itu yang diperhatikan dan didanai,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb BPSK
Baca Juga  Antropolog: Gubernur NTB Ingin Buat Lompatan Berpikir Warganya

No More Posts Available.

No more pages to load.