UTS Terbanyak Lolos Proposal Pendanaan PKM se-Kopertis VIII

oleh -9 views

SUMBAWA BESAR, SR (17/06/2016)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) berhasil menjadi perguruan tinggi swasta dengan Proposal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) terbanyak yang lolos pendanaan PKM dari Kemenristek Dikti Tahun 2016. Sebanyak 8 judul proposal PKM dari UTS dinyatakan lolos melalui Kopertis Wilayah VIII saat prosesi Penandatanganan Kontrak Pendanaan PKM Tahun 2016 di Hotel Bidari, Mataram, Kamis (16/6) kemarin.

Proposal itu diajukan pada Tahun 2015 oleh universitas yang berada di wilayah Bali-Nusra. Data proposal yang lolos dari Kopertis Wilayah VIII menyebutkan 8 judul proposal PKM untuk UTS, 5 judul untuk Universitas Mahasaraswati Denpasar, 4 judul diraih Universitas Warmadewa, masing-masing 2 judul untuk Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan Universitas Muhammadiyah Kupang. Selain itu masing-masing satu judul untuk Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Pendidikan Nasional, Universitas Samawa (UNSA), Universitas Katolik Widya Mandira, Universitas Dhyana Pura, STKIP Bima, dan STKIP Mataram. Tercatat bahwa UTS menjadi perguruan tinggi swasta yang berhasil lolos Program Pendanaan PKM terbanyak se-Kopertis Wilayah VIII.

Untuk UTS, penandatanganan kontrak Pendanaan PKM 2016 dilakukan Wakil Rektor III UTS Bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan SDM, Win Ariga M.M., S.Pi.  Dalam kesempatan itu Win Ariga mengaku bangga dengan kreatifitas mahasiswa UTS sehingga dinyatakan lolos program pendanaan dari Kemenristek Dikti untuk tim mahasiswa setiap kampus yang proposalnya lolos dan dicairkan melalui Kopertis VIII tersebut. “Terima kasih kepada semua dosen pembimbing yang terus memacu semangat dan kreatifitas mahasiswa sehingga UTS berhasil memperoleh pendanaan PKM terbanyak untuk Kopertis Wilayah VIII,” ucapnya.

Baca Juga  Murid TK Bhayangkari Antusias Belajar Sambil Berwisata

Turut hadir dari UTS, Kepala UPT LPPM UTS, Sari Noviana M.Si yang akan menjadi pelaksana dari program dan riset yang diajukan mahasiswa tersebut. “Alhamdulillah budaya ilmiah dan meneliti di kalangan mahasiswa di kampus UTS yang baru lahir ini menunjukkan progres yang cukup baik,” timpal Sari—akrab dosen cantik asal Kota Bima ini.

Ia menerangkan bahwa tim yang proposalnya lolos berhak mendapatkan dana program atau riset sebesar Rp 7,5 juta dari Kemenristek Dikti. Sari berharap melalui program ini, seluruh civitas akademika UTS bisa hadir di tengah-tengah masyarakat dan terlibat aktif dalam pembangunan negeri. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD