Mutasi Digelar Agustus, Pejabat KSB Diliputi H2C

oleh -2 views

SUMBAWA BARAT, SR (15/06/2016)

Saat ini sejumlah pejabat di lingkup Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam kondisi H2C (harap-harap cemas). Sebab tidak lama lagi mutasi perdana akan digelar. Penyegaran ini bakal dilakukan secara besar-besaran dalam rangka mengoptimalkan jalannya roda organisasi guna melaksanakan visi-misi pemimpin baru pilihan rakyat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin—Fud Syaifuddin ST. Tentu mutasi ini disambut hangat oleh birokrat terutama yang mendukung pasangan dengan sebutan F3 ini. Namun sebagian lainnya merasa khawatir bahkan mutasi yang dilaksanakan Agustus 2016 mendatang ini bisa menjadi momok. Sebab mereka harus bergegas ‘angkat koper’ untuk didepak dari jabatan yang selama ini disandangnya.

Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin ST yang dicegat usai buka puasa bersama di Makodim 1607 Sumbawa, Rabu (15/6) malam ini, mengakui mutasi akan digelar Agustus mendatang. Dalam proses mutasi tidak didasarkan pada suka dan tidak suka, melainkan “the right man in the right place” (orang yang tepat di tempat yang tepat). “Semua aparatur yang telah memenuhi persyaratan akan diberikan kesempatan yang sama. Tidak ada tim sukses maupun bukan tim sukses,” tegas Fud—akrab Wabup low profil ini disapa.

Tentu dalam menempatkan seseorang ada beberapa indicator. Di antaranya loyalitas. Loyalitas ini bukan penjilat melainkan orang yang mau bekerja dan taat terhadap aturan yang ada. Selain itu mampu mengambil persoalan di tingkat paling bawah dan sekaligus mencari solusinya. “Jangan kita yang perintah dia. Seharusnya dia serap persoalan di tingkat bawah sekaligus solusinya, sehingga kami enak bekerja. Mereka inikan kaki dan tangan kita, hasil dari kerja mereka ini yang akan menjadi dasar bagi kami untuk pengambilan keputusan,” ujarnya.

Baca Juga  Tablig Akbar “HUT Bhayangkara” Polres Sumbawa Datangkan KH Gus Muafik

Masalah cerdas dan tidak cerdas bukan hal utama baginya, asalkan pejabat dimaksud mau belajar dan bekerja serta rajin turun ke masyarakat dan berbaur sebagai pelayan rakyat. Menjadi kepala dinas kata Fud, tidak boleh ego dan menjadi sosok yang eksklusif tapi harus insklusif. “Ini paradigma baru. Kami bersama Bapak Bupati adalah orang yang biasa-biasa saja yang ingin menjadi orang luar biasa untuk rakyat. Kami ingin menempatkan diri sebagai pemimpin yang tidak ada sekat dengan rakyat. Dan hubungan antara atasan dan bawahan tidak dibangun secara vertical melainkan horizontal, karena kebersamaan harus terbangun jika ingin mencapai sebuah kesuksesan bukan hanya dalam memimpin tapi juga dalam membangun daerah dan rakyat,” tandasnya.

Di bagian lain mantan pimpinan DPRD KSB ini meminta aparaturnya untuk tidak khawatir dan menjadikan momok mutasi yang akan digelar dalam waktu dekat. Ia mengingatkan aparatur untuk tetap bekerja dengan baik. Ketika telah bekerja dengan bagus, taat aturan dan berprestasi, itulah orang yang tepat untuk berada di tempat yang tepat. “Makanya selalu saya ingatkan aparatur di setiap momen bahwa anda punya kesempatan memperbaiki diri selama 6 bulan. Sebab kinerja anda akan dinilai dan dievaluasi oleh tim BKD dan Baperjakat,” ujarnya.

Namun Fud mengaku tidak melihat adanya perbedaan antara aparatur yang memilih maupun yang tidak memilihnya sebab semua tetap berbaur cukup harmonis. Hal ini tergambar dari akselerasi pembangunan di KSB cukup bagus. Misalnya program jambanisasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, semua stakeholder bergerak mulai dari tingkat atas hingga aparatur di tingkat paling bawah. “Mari bekerja bukan karena untuk mendapatkan jabatan tapi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan daerah karena apa yang kita lakukan dengan ikhlas akan bernilai ibadah,” demikian Wabup. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb