CTKW Asal Lape yang Disekap di Solo Telah Dipulangkan

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/06/2016)

Alsya Mutmainnah dan Ria Febriani—dua CTKW asal Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa yang disekap dan nyaris menjadi korban trafficking di Solo Jawa Tengah, telah tiba di kediamannya, Selasa (15/6). Keduanya didampingi Kepala Bidang Bina Penta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumbawa, Zainal Arifin M.Si. Kehadiran Alsya dan Ria yang dalam kondisi sehat ini disambut haru keluarganya.

Sebelumnya CTKW ini direkrut oleh PT Sekar Tanjung Lestari (STL) untuk diberangkatkan ke Negara tujuan Singapore. Namun belakangan keduanya ditemukan di sebuah rumah penyekapan yang berlokasi di Jalan Mandala V, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Solo, dalam drama penggerebekan oleh polres setempat. Upaya ini dilakukan setelah orang tua CTKW tersebut melaporkan persoalan yang menimpa anaknya kepada sebuah LSM yang kemudian berkoordinasi dengan jaringannya di Solo.

CTKW selamat 2Kepada wartawan, Ria Febriani didampingi sepupunya Alsya Mutmainnah, mengaku sudah curiga saat dalam perjalanan mulai dari pelabuhan hingga bandara. Mereka hanya dijemput pihak PJTKI tanpa ada rombongan TKI lainnya. Kecurigaan ini semakin kuat ketika hanya mereka berdua yang diinapkan di sebuah penampungan tua dan selanjutnya dipindahkan ke rumah seseorang bernama Candra. Merasa ada yang tidak beres, mereka menghubungi orang tuanya menceritakan kondisi sekaligus meminta agar segera dipulangkan. Mereka mengaku disekap di sebuah rumah dan tidak diijinkan keluar. “Alhamdulillah bantuan itu datang dan kami langsung diamankan ke kantor polisi,” ujarnya, seraya mengaku trauma dan akan berpikir panjang untuk kembali menjadi CTKW.

Baca Juga  Oknum Calon Wakil Bupati KSB Dilaporkan ke Panwas Pilkada

CTKW selamat 1Sementara itu orang tua dan keluarga Alsya sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ia berharap pemerintah maupun aparat dapat menindak tegas perusahaan yang beroperasi dan memberangkatkan CTKI secara illegal. “Kami bahagia anak kami pulang dengan selamat dan sehat. Karena itu kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah melalui dinas tenaga kerja, terutama sekali Bapak Fahri Hamzah yang telah memberikan perhatian dan kepeduliannya untuk membiayai kepulangan anak-anak kami,” imbuhnya.

Sementara itu Kabid Binapenta Disnakertrans Sumbawa, Zainal Arifin ST M.Si menegaskan keberangkatan dua CTKW tersebut menyalahi prosedur karena perusahaan yang merekrutnya tidak melaporkannya kepada pihaknya. Meski secara illegal namun menjadi tanggung jawab pemerintah khususnya untuk memulangkan kedua CTKW ini. Mengenai langkah selanjutnya, Ipin—akrab pejabat ramah ini disapa akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.  “Pada prinsipnya saat kami mendapatkan informasi atas kejadian ini, kami berusaha membangun komunikasi dengan para pihak  dan secara maksimal untuk memulangkannya,” demikian Ipin. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD