Ratusan Juta Uang PNPM Badas ‘Hilang’ di Rekening

oleh -23 views

Ketua UPK PNPM Badas Lapor Polisi

SUMBAWA BESAR, SR (15/06/2016)

Ketua UPK PNPM Kecamatan Badas, Dodi Satriawan mendatangi pihak kepolisian Polres Sumbawa, Selasa (14/6) kemarin. Kepada penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim), Ketua UPK yang didampingi Perwakilan Pokja PNPM, Ari Kartika Dewi ini melaporkan tentang kehilangan uang di empat buku rekening masing-masing atas nama Pokja Dukungan Layanan PNPM GSC, Pokja Pendidikan, Pokja Kesehatan dan Dana Operasional, senilai total Rp 900 juta. Diduga ada yang tidak beres dengan kehilangan uang di rekening tersebut.

Dicegat SAMAWAREA usai menemui penyidik, Dodi—akrab Ia disapa, mengatakan, upaya ini dilakukan untuk memperjelas permasalahan yang terjadi di tubuh PNPM Badas. Ia mengaku sudah menelusuri ‘raibnya’ dana PNPM tersebut dengan menemui pihak Bank BRI Cabang Sumbawa untuk meminta rekening Koran. Namun dari Customer Service (CS) di sana tidak memberikannya. Menurut petugas tersebut, empat rekening itu sudah dikosongkan mengingat ada SK pengurus PNPM yang baru dan disertai dengan surat laporan polisi tentang kehilangan keempat buku rekening itu. Dodi mengaku tidak pernah melaporkan tentang kehilangan buku rekening dimaksud. Seharusnya yang berhak melaporkan kehilangan adalah dirinya selaku pemilik specimen, dan dua orang lainnya, Subhan (Konsultan GSC) dan Ari Kartika Dewi (Perwakilan Pokja). “Ini yang saya laporkan karena saya sebagai warga sekaligus pemegang rekening itu khawatir dengan laporan kehilangan yang tidak pernah saya ketahui, terlebih uang di rekening senilai 900 juta itu sudah dalam keadaan kosong,” tukasnya.

Baca Juga  Terlelap, ABG Nyaris Diperkosa Tetangga

PNPM Lapor 2

Dodi menunjukkan buku rekening yang sudah kosong
Dodi menunjukkan buku rekening yang sudah kosong

Kemungkinan kenyataan ini ungkap Dodi, terkait dengan pemberhentian dirinya selaku Ketua UPK secara sepihak dan semakin mempertegas jika pergantian itu tidak prosedural. Jika memang prosedur harusnya pihak-pihak yang ingin menggantikannya dapat melakukannya sesuai aturan sebagaimana tatacara pergantian pengurus UPK. “Kalau memang mekanismenya benar, atau tatacara pergantian kita ini benar, kenapa mesti harus kehilangan yang dilaporkan. Mereka kan tahu rekening itu ada pada saya. Harusnya resmi meminta kepada kami, lalu dilakukan serah terima kalau memang pergantian yang mereka laksanakan itu sah dan sesuai aturan,” tandasnya.

Dodi mengaku tidak mengetahui kapan pergantian atas dirinya dan pengurus lainnya dilakukan. Sebab dia yang mengusulkan anggaran PNPM ini ke pusat untuk program yang sedang berjalan hingga Desember 2016 mendatang. Ia baru mengetahui pemberhentiannya ketika mengalami kesulitan meminta rekening koran dari Bank BRI. Terlebih lagi empat rekening yang dia pegang dalam kondisi kosong. “Inilah tujuan kedatangan kami untuk berkonsultasi dengan penyidik kepolisian. Jika memang ada unsur pidananya akan kami teruskan,” ucapnya.

Sementara itu salah seorang penyidik Reskrim menyatakan bahwa informasi yang disampaikan pelapor ini akan dipelajari. Pihaknya telah meminta pelapor untuk melengkapi alat bukti lainnya sehingga laporannya bisa diproses ke tingkat penyidikan. Untuk diketahui, informasi yang disampaikan Dodi Satriawan ini hampir mirip dengan kasus yang menjerat oknum pejabat di KSB. Yakni dugaan tindak pidana menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik. Jika memang terbukti, tersangkanya bisa ditahan mengingat ancaman hukumannya 5 tahun penjara. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD