FH Biayai Kepulangan CTKW Sumbawa yang Disekap di Solo

oleh -22 views
Ria dan Alsyah--dua CTKW yang disekap di Solo dan berhasil diamankan Polres setempat

SUMBAWA BESAR, SR (13/06/2016)

Alsya Mutmainah dan Ria Febriani—dua Calon Tenaga Kerja Wanita (CTKW) asal Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa yang nyaris menjadi korban trafficking akan segera dipulangkan ke daerah asalnya. Untuk biaya pemulangan, sepenuhnya ditanggung Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

Sebelumnya kedua CTKW yang dijanjikan sebuah PJTKI bekerja di Singapore tersebut disekap di sebuah rumah di Karang Anyar, Solo, Jawa Tengah. Berkat hasil koordinasi pegiat LSM dengan aparat kepolisian di sana, dua CTKW ini berhasil dievakuasi dan kini diamankan di Polres setempat. Namun untuk memulangkan keduanya, terbentur biaya. “Bapak Fahri Hamzah (FH) sudah menanggung biaya pemulangan kedua CTKW ini,” kata Mujiburrahman salah seorang Staf Ahli Fahri Hamzah kepada SAMAWAREA, Senin (13/6).

Untuk proses pemulangannya, Mujib—akrab Ia disapa, mengaku telah berkoordinasi dengan Polres Sumbawa maupun Disnakertrans. Hal ini langsung direspon Kapolres AKBP Muhammad SIK yang kemudian berkoordinasi dengan Polres Karang Anyar Solo. Selain itu pihak Disnakertrans Sumbawa siap mengirim petugas untuk menjemput dan mendampingi kepulangan dua CTKW ini. “Insya Allah dalam waktu dekat keduanya akan segera bergabung dengan keluarganya di Sumbawa,” ujar Mujib.

Di bagian lain Mujib menilai pengawasan ketenagakerjaan di Sumbawa lemah. Ia mendorong Pemda lebih ketat melakukan supervisi terhadap PJTKI terutama sponsor atau PL yang ditugasnya merekrut tenaga kerja di lapangan. Sebab tidak jarang oknum sponsor memalsukan umur CTKW untuk mendapatkan dokumen kependudukan. Selain itu kerap memberikan informasi yang tidak sesuai kenyataan. Apalagi kasus yang menimpa dua CTKW asal Lape ini, oknum PL yang merekrutnya bekerja di lebih dari satu PJTKI.  Karena itu pihak Disnakertrans diminta proaktif dan bertindak tegas. Ketika ada unsure pidananya untuk tidak ditolerir dan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. “Kami banyak menemukan kasus-kasus seperti ini. PJTKI kerap diimingi gaji besar bekerja di luar negeri tapi melalui jalur illegal. Ujung-ujungnya mereka menjadi korban human trafficking dan dipekerjakan di tempat-tempat hiburan,” tukas Mujib.

Baca Juga  Kasus PPKK Disnakertrans Sumbawa Siap ke Meja Hijau

Seperti diberitakan, dua CTKW asal Sumbawa ini ditemukan di sebuah rumah penyekapan yang berlokasi di Jalan Mandala V, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Solo, dalam drama penggerebekan oleh Polres setempat. Penggerebekan ini dilakukan setelah orang tua CTKW melaporkan persoalan yang menimpa anaknya kepada sebuah LSM yang kemudian berkoordinasi dengan jaringannya yang berada di Solo. Kedua CTKW ini direkrut oleh PT Sekar Tanjung Lestari (PT STL) yang berkantor di Kelurahan Brang Biji, Sumbawa melalui oknum PL bernama Syaif Hamdan. Namun perekrutan dan keberangkatan keduanya tanpa diketahui Disnakertrans Sumbawa maupun PT STL yang berada di Jakarta. Nama mereka tidak terdata. (JEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.