TNI Sita 15 Truk Jati dari Hutan Olat Rawa 

oleh -56 views

SUMBAWA BESAR, SR (12/06/2016)

Hutan Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir masih menjadi sasaran para pelaku illegal logging. Kendati kerap menjadi sasaran operasi, namun para pembegal kayu ini masih nekat dan terus melakukan aksi. Karena itu untuk kesekian kalinya Tim Gabungan TNI, KPH Batu Lanteh dan Polhut Sumbawa berhasil mengamankan puluhan kubik kayu jati olahan dan gelondongan dalam operasi yang digelar selama tiga hari. Sebelumnya, Jumat (10/6) timgab mengamankan satu unit truk bernopol DK 9336 UI di dalam Hutan Olat Rawa. Truk itu mengangkut sekitar 40 batang kayu jati gelondongan. Sopir truk berinisial BR—warga Dusun Ai Nunuk, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir beserta buruh angkut diamankan. Pengembangan pun dilakukan dengan menyisir Desa Nanga Lidam—lokasi yang sangat dekat dengan Hutan Olat Rawa. Di desa ini, Timgab menemukan tumpukan besar kayu jati olahan dan gelondongan.

Dandim 1607 Sumbawa, Letnan Kolonel (Letkol) ARM. Sumanto, Minggu (12/6) membenarkan hasil operasi yang digelar bersama KPH dan Polhut selama tiga hari ini. Untuk sopir yang ditemukan mengangkut truk di dalam kawasan hutan Olat Rawa sudah diamankan dan diserahkan ke PPNS Dinas Kehutanan Provinsi guna proses hukum lebih lanjut. “Ini operasi pada hari pertama, Jumat kemarin,” kata Dandim yang baru dilantik menggantikan Letkol Agus Supriyanto yang pindah tugas ke Mabes TNI ini.

Baca Juga  Kunci Pedal Penyebab Pencuri Motor Tertangkap

Kayu nanga Lidam 4 Kayu nanga Lidam 2Kemudian operasi hari kedua, hasilnya cukup mencengangkan. Tim menemukan banyaknya tumpukan kayu yang diduga hasil illegal loging di Desa Nangalidam. Disinyalir kayu tersebut milik seorang pengusaha di Sumbawa yang diduga kuat berasal dari kawasan Olat Rawa. Selanjutnya kayu tersebut diangkut menggunakan 14 truk yang masing-masing berisi 5-6 kubik kayu.

Dandim mengaku prihatin dengan kondisi Hutan Olat Rawa yang sudah sangat gundul. Kayunya habis dijarah. Ke depan Ia berharap adanya program reboisasi atau penghijauan kembali disamping terus digelarnya operasi pemberantasan illegal logging. Selain itu masyarakat harus dilibatkan dalam menjaga hutan. Sebab dengan hutan yang rusak berdampak buruk pada masyarakat itu sendiri. Seperti jalan dari Olat Rawa hingga Nangalidam sudah tidak bisa dilalui karena dalam kondisi rusak dan listrik kerap padam akibat jaringannya ditimpa pohon yang ditebang para pelaku illegal logging. “Jadi masyarakat jangan mau diperalat untuk merusak hutan,” himbau Dandim. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.