Polres Didemo, Tuntut Bebaskan Tiga Warga Pulau Moyo

oleh -7 views
Kades Labuan Aji Suhardi (baju kaos biru) mendampingi warganya menggelar aksi demo di Polres Sumbawa terkait penangkapan warganya yang membakar Bungalow.

Terkait Kasus Pembakaran Bungalow dan Alat Berat

SUMBAWA BESAR, SR (12/06/2016)

Puluhan warga Desa Labuan Aji, Pulau Moyo Kecamatan Badas, menggelar aksi demo di Mapolres Sumbawa, Minggu (12/6) siang tadi. Mereka yang datang didampingi Kepala Desa Labuan Aji dan sejumlah mahasiswa asal Bima ini menuntut Kapolres untuk membebaskan tiga orang warga yang ditangkap dan ditahan terkait kasus pembakaran bungalow dan pengrusakan alat berat milik pengusaha setempat. Kehadiran massa ini langsung disambut puluhan Sabhara Polres Sumbawa diback-up satu pleton Brimob bersenjata lengkap. Aksi selama satu jam dari pukul 13.00 hingga 14.00 Wita ini berlangsung damai. Massa diterima dengan ramah oleh Kabag Ops, AKP Syafruddin sembari memberikan penjelasan terkait dengan dasar hukum penahanan ketiga warga masing-masing berinisial M, A, dan F.

Ditemui SAMAWAREA, Kades Labuan Aji, Suhardi mengatakan, kedatangan mereka untuk meminta agar ketiga warganya dibebaskan. Sebab saat pemanggilan oleh pihak kepolisian, tiga orang itu masih berstatus saksi. Namun setelah mendapat penjelasan dari penyidik, mereka memahaminya dan akan menempuh prosedur dengan mengajukan penangguhan permohonan. “Kami segera mengajukannya,” kata Kades Suhardi didampingi sekitar 30 orang warganya.Demo Polres 1

Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP Syafruddin saat diwawancarai wartawan SAMAWAREA
Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP Syafruddin saat diwawancarai wartawan SAMAWAREA

Sementara Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP Syafruddin, mengatakan tuntutan untuk membebaskan tiga orang tersangka kasus pembakaran bungalow dan alat berat di Pulau Moyo, tidak bisa dipenuhi. Namun menjadi hak tersangka untuk mengajukan penangguhan penahanan karena memang diatur dalam undang-undang. Untuk layak dan tidaknya ditangguhkan menjadi pertimbangan pimpinan. “Silakan saja ajukan penangguhan, masalah dikabulkan atau tidak itu menjadi pertimbangan pimpinan,” ujar perwira berkumis tebal ini.

Baca Juga  Garap Tiga TKP, Residivis Dibekuk

Mengenai pemanggilan sebagai saksi yang kemudian menjadi tersangka, Syafruddin menyatakan bahwa ketiganya telah memenuhi unsure. Dari keterangan sejumlah saksi termasuk pengakuan dari ketiganya, telah memenuhi dua alat bukti yang cukup sehingga ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Penahanan ini dilakukan salah satunya karena para tersangka tidak kooperatif meski telah dipanggil sebanyak tiga kali tapi tidak dipenuhi. Akhirnya polisi melakukan upaya paksa.

Seperti diberitakan, tersangka kasus pembakaran bungalow dan alat berat milik pengusaha Pulau Moyo ini lebih dari tiga orang. Pihak kepolisian sudah mengidentifikasi nama-nama yang terlibat selain tiga tersangka ini, termasuk yang belum tertangkap adalah dalang atau provokator dari peristiwa tersebut. Para tersangka diidentifikasi berasal dari Dusun Brang Kua dan Arung Santek Desa Labuan Aji. Aksi mereka dipicu persoalan tanah yang diakuinya belum dituntaskan pembayarannya oleh pengusaha setempat. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.