Ditawari ke Singapore, Dua CTKW Asal Lape Disekap di Solo

oleh -16 views

Satu CTKW Lagi Berada di Jakarta Timur

SUMBAWA BESAR, SR (10/06/2016)

Sejumlah orang tua mendatangi Polres Sumbawa, Jumat (10/6) pagi. Mereka adalah Siti Hadijah warga Dusun Stompa, Desa Dete, Kecamatan Lape, Ika Satria asal Labuan Kuris, dan Syamsuddin. Ketiganya melaporkan bahwa putri mereka Alsya Mutmainnah (18), Ria Febriani (21) dan Ririn Apriani (20) diduga menjadi korban trafficking sebuah perusahaan jasa pengerah tenaga kerja yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa. Selain itu para orang tua yang didampingi pegiat LSM ini juga langsung menemui Kapolres Sumbawa untuk meminta bantuan agar memulangkan anaknya yang kini diamankan di Polresta Solo, setelah berhasil diselamatkan dari sebuah rumah penyekapan di Karang Anyar Solo.

keluarga CTKW mengadu ke Kapolres Sumbawa
keluarga CTKW mengadu ke Kapolres Sumbawa
Ria dan Alsyah--dua CTKW yang disekap di Solo dan berhasil diamankan Polres setempat
Ria dan Alsyah–dua CTKW yang disekap di Solo dan berhasil diamankan Polres setempat

Kepada SAMAWAREA, Siti Hadijah mengaku bahwa putrinya Alsya Mutmainnah bersama sepupunya Ria Febriani, sebelumnya direkrut PT Sekar Tanjung Lestari (PT STL) yang berkantor di Kelurahan Brang Biji, Sumbawa dengan negara tujuan Singapore. Perekrutan itu dilakukan melalui petugas lapangan bernama Syaif Hamdan. Keduanya pun berangkat pada Sabtu (4/6) malam lalu. Bukannya ditempatkan di penampungan kedua gadis ini disekap di dalam sebuah rumah wilayah Karang Anyar, Solo. Keduanya dijaga ketat oleh seorang pria yang diketahui bernama Candra. Hadijah yang didampingi Ika Satria—bibi Ria Febriani, mengaku mengetahui hal itu setelah diinformasikan putrinya. Tanpa pikir panjang, Hadijah menelusuri jejak PT STL—perusahaan yang merekrut anaknya. Dimulai dari Disnakertrans Sumbawa untuk mengecek apakah putrinya terdata dan pemberangkatannya diketahui dinas tersebut. Ternyata di dinas yang berlokasi di Jalan Garuda ini, Alsya dan Ria tidak terdata. Salah seorang pegawai setempat langsung menghubungi jaringannya di Jakarta untuk memastikan kedua calon TKW tersebut terdata di kantor pusat PT STL. Ternyata di data perusahaan itu juga tidak tercantum nama kedua CTKW tersebut. Tidak sampai menunggu lama, Hadijah beranjak ke kantor {T STL yang dipimpin Aisyah M Ali untuk mencari kejelasan di sana. Di kantor PT tersebut mereka protes jika kedua CTKW tersebut tidak terdata baik di Disnakertrans maupun di kantor pusat PT STL. Pihak PT STL menjelaskan jika data kedua CTKW itu akan segera dikirim melalui ID pusat. Penjelasan itu tidak bisa diterima dan meminta agar kedua CTKW itu segera dipulangkan. “Kami orang awam tidak tahu yang namanya ID pusat. Yang kami tahu anak kami berangkat tanpa diketahui Disnaker, kantor pusat PT STL dan juga kondisi anak kami disekap di sebuah rumah, bukan berada di penampungan,” tegas wanita berjilbab merah ini. Karena perusahaan itu terkesan lepas tangan, Hadijah meminta bantuan pegiat LSM. Dari jaringan LSM inilah, berhasil menemukan kedua CTKW tersebut. setelah berkoordinasi dengan Polres di sana kedua CTKW itu berhasil dievakuasi sekaligus mengamankan seorang pria bernama Candra.

Baca Juga  Cegah Politik Uang di Masa Tenang, Bawaslu Sumbawa Giatkan Patroli
Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK meihat kartu nama petugas PL PT STL dan RBS
Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK meihat kartu nama petugas PL PT STL dan RBS
Ini dia petugas PL itu
Ini dia petugas PL itu

Ternyata bukan hanya kedua CTKW itu saja yang direkrut Syaif Hamdan. Tapi juga Ririn Apriani—putri dari Syamsuddin juga warga Lape. Namun Ririn tidak direkrut oleh PT STL melainkan PT Restu Bunda Sejati (RBS). Rupanya Syaif Hamdan bukan hanya PL PT STL tapi juga PL PT RBS. Karena mendengar informasi mengenai nasib dua CTKW rekrutan Syaif Hamdan, Syamsuddin pun tergerak mencari tahu keberadaan putrinya yang katanya berada di Jakarta Timur. “Anaknya berangkat tiga hari sebelum dua orang (Alsyah dan Ria) yang berada di Solo. Rupanya anak saya juga tidak terdata di Disnaker,” ucap Syamsuddin, seraya berharap putrinya dapat segera dipulangkan.

Sementara itu Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK, menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut. Pihaknya langsung memerintahkan Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk membuat laporan polisi sebagai dasar dalam bertindak. Dengan proses hukum ini, ungkap Kapolres, akan membuat jera pihak perusahaan yang tidak bertanggung jawab termasuk mengungkap adanya dugaan trafficking dalam operasionalnya. Selain itu Kapolres juga akan berkoordinasi dengan pihak Polres di Solo untuk segera memulangkan CTKW tersebut setelah proses di sana sudah selesai.

Sementara itu informasi lain yang diterima SAMAWAREA, Ria dan Alsyah—dua CTKW asal Lape telah diamankan Satuan Reskrim Polres Karanganyar, dari salah satu rumah yang berada di Jalan Mandala V RT 03 RW 07 Dusun Jumok, Kecamatan Jaten, Karanganyar. Kini Satreskrim setempat masih mengembangkan kasus tersebut dengan melakukan pemeriksaan terhadap Candra. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD