Kubu Haji Farhan Duduki Gedung Golkar Sumbawa

oleh -20 views
H Farhan Bulkiah SP

SUMBAWA BESAR, SR (09/06/2016)

Pengurus DPD Golkar Sumbawa dari kubu H Farhan Bulkiyah SP sejak Rabu (8/6) malam telah menduduki gedung Golkar yang berada Jalan Garuda tepatnya Simpang Sernu Sumbawa. Hal ini dilakukan karena merasa sebagai pengurus yang sah, menyusul adanya surat dari DPD I Golkar Propinsi NTB (Hasil Musda Praya) pimpinan H Moh Suhaili FT SH dan Hj Baiq Isvie Rupaeda SH MH. Surat bernomor 7/Golkar-NTB/VI/2016 tertanggal 7 Juni ini menegaskan tidak ada kepengurusan lain selain kepengurusan di bawah H Parhan Bulkiah SP dan Sekretaris, Ahmadul Kusasi SH.

Ditemui SAMAWAREA, Kamis (9/6), H Farhan Bulkiyah SP mengatakan, berkantornya mereka di gedung Golkar berdasarkan hasil rapat yang digelar di Hotel Dewi, 4 Juni lalu. Rapat tersebut selain dihadiri pengurus partai, juga anggota fraksi dan pimpinan organisasi pendiri seperti Soksi, Kosgoro, MKGR, AMPI dan lainnya. Dalam rapat tersebut menyepakati 7 item di antaranya segera menuntaskan masalah PAW sesuai putusan DPP Partai Golkar tanggal 8 Januari 2016 tentang pemberhentian Anggota Partai Golkar atas nama Drs A Rahman Alamudy SH dan Agus Salim yang kemudian sudah ditindaklanjuti melalui surat yang ditujukan kepada DPRD Sumbawa perihal usulan PAW. Selain itu segera mengambil alih kantor DPD Partai Golkar Sumbawa yang saat ini dikuasai pihak Partai Golkar Agung Laksono. “Amanat rapat inilah yang kami laksanakan. Selama ini kami selalu rapat di hotel yang membutuhkan banyak biasa. Dengan penempatan kantor ini maka eksistensi partai akan berkembang sebagaimana yang diinstruksikan dalam Munaslub Denpasar Bali belum lama ini,” kata Haji Farhan—akrab mantan ketua DPRD Sumbawa ini.

Baca Juga  Pemuda Muhammadiyah Sumbawa Kecam Pelaku Penikaman Syekh Ali Jaber  

Mengapa pada rapat tersebut tidak mengundang Abi Mang—sapaan Dr. Drs. A. Rahman Alamudy SH M.Si dan Agus Salim, sebagaimana implementasi dari semangat Munaslub di Bali ? Haji Farhan menyatakan tidak perlu dilakukan, apalagi meminta ijin menempati gedung Golkar. Sebab kedua kader Golkar itu sudah dipecat secara formal oleh DPP, dan bukan bagian dari Golkar lagi. Finalnya lagi, DPP mengundang dirinya selaku Ketua DPD Golkar Sumbawa untuk hadir pada Munaslub sebagai peserta yang memberikan suara. “Jadi kehadiran saya sebagai peserta munaslub menjadi bukti sah kepengurusan yang saya pimpin,” ucapnya.

Ketika ada yang mengaku sebagai pengurus yang sah itu adalah hak mereka. Yang jelas persoalan itu sudah dipertegas dengan surat dari DPD Golkar Provinsi NTB. Mengenai tudingan kepengurusannya tidak memiliki legal standing, Haji Farhan menyatakan bahwa terpilihnya dia sebagai ketua DPD Golkar Sumbawa pada Musdalub di Mataram, karena terjadi kekosongan ketua DPD Golkar Sumbawa hasil Munas Bali (ARB). SK pelantikannya juga telah diterbitkan DPD I yang kemudian legalisir DPP untuk selanjutnya diundang mengikuti Munaslub di Bali.

Terkait adanya pendapat untuk menentukan sah dan tidaknya kepengurusan perlu dilaksanakan Musda, Haji Farhan menilainya cukup bagus. Namun dia mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mengatakan bisa dan tidaknya Musda karena menjadi kewenangan DPD I Golkar. “Ketika DPD I memerintahkan untuk menggelar Musda atau Musdalub, saya dengan senang hati siap melaksanakannya. Tapi sampai sekarang belum ada perintah itu,” pungkasnya. (JEN/SR)

BACA JUGA : Abi Mang Sesalkan Penguasaan Gedung Golkar Secara Paksa (https://www.samawarea.com/2016/06/abi-mang-sesalkan-penguasaan-gedung-golkar-secara-paksa/)

Baca Juga  Penyidik Tipikor Polres Sumbawa Diundang ke ITS

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.