Perbaikan Gizi Ibu dan Janin, Pegawai Dikes Galang Dana

oleh -8 views

Atasi Kekurangan Garam Yodium

SUMBAWA BESAR, SR (08/06/2016)

Upaya yang dilakukan pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa patut dipuji. Setiap minggu, pegawai setempat melakukan penggalangan dana. Masing-masing menyumbang minimal Rp 1.000 dan dimasukkan ke dalam “kotak amal” yang telah disediakan. Uang yang terkumpul digunakan untuk membantu perbaikan gizi masyarakat dengan cara mendistribusikan garam beryodium terutama bagi ibu hamil dalam rangka mendukung 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) bagi janin. Upaya ini diinisiasi Tim GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium) setempat sebagai Gerakan 1000 Rupiah Sahabat untuk Ibu atau yang disingkat dengan Gassibu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa yang dikonfirmasi SAMAWAREA melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Keluarga, dr. Hj. Nieta Ariyani, kemarin, mengatakan, Gassibu adalah gerakan penggalangan dana sebesar seribu rupiah yang bertujuan untuk menyelamatkan ibu sebagai sasaran utama dalam upaya perbaikan gizi. Pergerakan perbaikan gizi melalui Gassibu ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan di antaranya kampanye yang ditujukan untuk melakukan perubahan persepsi dan pengetahuan, dan perilaku masyarakat. Selain itu gerakan ini juga sebagai bentuk advokasi dan sosialisasi lintas sector untuk menggalang dukungan sekaligus kampanye GAKI (gangguan akibat kekurangan yodium) melalui penyuluhan dan distribusi garam yodium pada ibu hamil.Gassibu 1

Gassibu 4Gassibu 5Uang yang terkumpul dari Gassibu ini ujar dr Nita, akan dibelikan garam yodium lalu didistribusikan ke Posyandu untuk ibu hamil dengan harapan mereka sudah bisa memenuhi kebutuhan yodium bagi perbaikan gizi janin untuk 1000 hari pertama kehidupan (HPK). 1000 HPK ini merupakan fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan sampai anak berusia dua tahun. “Gassibu merupakan inisiatif pegawai Dikes sebagai bentuk keprihatinan terhadap banyaknya masyarakat yang terkena penyakit karena kekurangan garam beryodium. Gerakan ini masih sebatas internal Dikes guna memotivasi pihak lain agar Sumbawa bebas dari kekurangan yodium,” cetusnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan, RSUD Sumbawa dan RS Airlangga Teken MoU

Pihaknya kata dr Nita, menyadari bahwa dengan tercukupinya gizi masyarakat akan berdampak positif bagi meningkatnya sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas dan produktif. Sebab SDM yang berkualitas adalah asset yang sangat berharga bagi bangsa dan negara khususnya Kabupaten Sumbawa. “Perbaikan gizi ini harus dilakukan sejak 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). Untuk mempercepat hal ini perlu ada gerakan yang menggugah semua pihak (pemerintah maupun swasta) bahwa semua bertanggung jawab dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan pengaruhnya terhadap peningkatan status gizi sejak awal seorang ibu hamil sampai melahirkan anak dan anak berumur 2 tahun,” demikian dokter ramah ini. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.