TECHNOPARK, GINSENG DAN NILAI PERSAHABATAN

oleh -46 views

Sedikit catatan perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan

KOREA SELATAN, SR (07/06/2016)

Kiki Yulianto Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Teknologi Sumbawa Manager Business Development, Sumbawa Technopark.
Kiki Yulianto
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Teknologi Sumbawa
Manager Business Development, Sumbawa Technopark.

Tepat pukul 08.30 pagi waktu setempat pesawat yang kami tumpangi, Garuda Indonesia (GA787) mendarat dengan mulus. Incheon Airport menyambut kami dengan suhu 18 derajat Celcius, suhu yang cukup normal untuk sebuah musim semi di negara 4 musim ini. Rombongan kami berjumlah 17 orang delegasi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, terdiri dari Pimpinan Lembaga di lingkup Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI beserta Para Pengelola Science and Technopark (STP) di masing-masing daerah. STP sendiri digagas dan dibangun dengan tujuan salah satunya adalah menguatkan jejaring antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri. Harapannya dapat meng-encourage semua potensi yang ada di daerah sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Technopark, Wadah Kolaborasi Berbagai Pihak

Korea Selatan memiliki puluhan Science and Technopark yang tersebar di setiap provinsi. Kali ini kami mengunjungi sebuah Technopark yang terletak di Provinsi Chung Buk. Mengikuti nama Provinsinya maka dinamakan Chungbuk Technopark (CBTP). Di sekitar Chungbuk Technopark ada beberapa perguruan tinggi. Sebelum kami mengunjungi CBTP, rombongan disambut pimpinan salah satu perguruan tinggi, Chungbuk National University (CBNU). Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai peluang kerjasama antara CBNU dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Salah  satu pengelola Chungbuk Technopark dalam pemamparannya menyampaikan visi yang cukup menarik yaitu “We are making cooperative relationship based on mutual trust”. Kolaborasi berbasis kepercayaan, bagi saya ini menarik. Saya berfikir mungkin inilah yang menjadikan Korea Selatan bisa menjadi negara maju. CBTP mempunyai tujuan dalam peningkatan teknologi industry strategis regional dan promosi inkubasi bisnis berbasis pada industry padat teknologi. Berkonstribusi untuk mengaktifkan pembangunan ekonomi local dan nasional. Mengkoordinasikan system inovasi daerah melalui kolaborasi antara industri, akademisi dan pemerintah. CBTP banyak mengangkat konten local dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Chungbuk Technopark (CBTP) berfokus pada bidang Bioteknologi, Photovoltaic dan Semikonduktor. CBTP memiliki 2 Agensi (Policy Planning Agency dan Business Promotion Agency), 2 Divisi (Regional Industry Promotion Division dan Administration Support Division), dan 4 Center (Pusat Studi) di antaranya yaitu, (1) Advanced Semiconductor Center, (2) IT Convergence Center, (3) Bio Center, dan (4) Korean Medicine Natural Products Center. Chungbuk National University

Baca Juga  Situs Cagar Budaya Sumbawa Wisata yang Potensial
di Chungbuk National University
di Chungbuk National University

Ginseng, Sang Ikon Bangsa Korea Selatan

Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Gin Wells, yang merupakan sebuah museum Ginseng Korea dan pusat informasi public bagi siapa saja yang ingin mengetahui tentang seluk-beluk Ginseng Korea. Gin Wells memberikan banyak informasi mengenai asal-usul ginseng, cara penanaman ginseng yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Gingseng dengan kualitas premium adalah ginseng dengan umur di atas 6 tahun. Ketika orang menyebut ginseng, secara otomatis pikiran kita langsung tertuju pada Korea. Gin Wells juga menyediakan produk-produk gingseng kualitas premium, yang sudah dipastikan keasliannya dan sudah tersertifikasi oleh lembaga mutu Korea. Pemerintah Korea Selatan mengeluarkan regulasi, bahwa seorang turis tidak diperbolehkan membawa lebih dari 7 botol berisi ekstrak ginseng keluar Korea. Harga satu botol ekstrak gingseng Korea premium cukup mahal. Ginseng di ekstrak berbagai macam dari serbuk, pasta, cair, pil, dan ada juga yang sudah diolah dengan madu. Pikiran simple saya adalah regulasi ini dikeluarkan supaya turis bisa  balik ke Korea Selatan, di samping menjaga kualitas produk ginseng. Ginseng dan Korea sudah menjadi kesatuan yang tak terpisahkan, padahal ada juga jenis ginseng dari Amerika, China dan Jepang. Inilah kemudian yang saya sebut sebagai Sang Ikon, melekat pada pikiran.

Nilai Persahabatan, Refleksi untuk Kita Semua

Untuk mencapai titik sampai sekarang ini, Korea Selatan membangun membutuhkan waktu yang cukup lama. Saya melihat, keberhasilan yang dicapai adalah karena negara hadir dalam perubahan dan mayoritas warga negara Korea punya kesadaran tinggi dan taat terhadap peraturan. Kualitas pendidikan Korea Selatan berada di posisi kedua setelah Finlandia. Mereka bersama-sama membangun, bahwa ini adalah Negara Kita, Negara Damai, Berbudaya dan Maju.

Baca Juga  Di Taiwan, UTS Tawarkan Lahan 500 Hektar untuk Pusat Penelitian

Provinsi Chungbuk memiliki Chungbuk Technopark (CBTP). Saya fikir, Sumbawa tidak jauh beda. Kita juga punya Sumbawa Technopark (STP). Korea Selatan punya Ginseng, kita juga punya Susu Kuda Sumbawa. Lantas apa yang harus kita lakukan supaya bisa sampai ke level itu ? Jawabanya adalah mengamalkan nilai persahabatan di setiap karya yang sedang kita gagas. Kolaborasi semua pihak, yakin dan percaya bahwa setiap konstribusi yang kita lakukan merupakan sebuah legacy untuk generasi berikutnya. (*)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.