Dugaan Penyimpangan Dana Desa Labuan Mapin Bakal Terkuak

oleh -24 views

SUMBAWA BESAR, SR (07/06/2016)

Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa terus mendalami dugaan penyimpangan penggunaan dana Desa Labuan Mapin, Kecamatan Alas Barat. Selasa (7/6) pagi tadi, penyidik meminta keterangan enam orang saksi pelapor. Para saksi yang diperiksa secara bergantian ini adalah M Ali Pusu, Zulkifli Nongsi, H Kasim, Ahmad N, Junaidi dan Bakhtiar. Dalam pemeriksaan itu, M Ali Pusu mengaku sebagai pemilik lahan yang dibeli desa untuk dijadikan lokasi pemakaman umum. Ali mengaku hanya menerima uang pembayaran lahan sebesar Rp 5 juta. Harga tanah itu memang murah, karena Ali menyadari bahwa peruntukannya untuk kepentingan umum. Besarnya pembayaran ini diiyakan dua saksi lainnya, yakni Junaidi dan Bakhtiar. Mereka mengetahui adanya transaksi dan harga yang diterima M Ali Pusu. Sedangkan dua saksi lagi Zulkifli Nongsi dan H Kasim adalah perwakilan ketua RT di Dusun Sanggrahan, Desa Labuhan Mapin. Keduanya ditanya soal pakaian dinas RT yang dianggarkan menggunakan dana desa. Selanjutnya Ahmad N dimintai keterangan mengenai pengerjaan paving blok di Dusun Bajo desa setempat.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK mengatakan penanganan laporan dugaan penyimpangan dana desa itu masih dalam tahap penyelidikan dalam upaya mengumpulkan data dan keterangan dari sejumlah pihak terkait. Penyelidikan ini juga untuk mengetahui adanya indikasi pidana. Jika terindikasi maka akan ditingkatkan ke proses penyidikan yang tentunya diikuti dengan penetapan tersangka. Sebaliknya jika tidak, maka penanganannya akan dihentikan. “Pemanggilan sejumlah saksi tidak lain untuk memastikan hal ini,” demikian Kapolres.

Baca Juga  Vaksinasi Lansia dan Guru di Moyo Hulu Dikawal Polisi

Seperti diberitakan, dalam laporan itu dana desa yang dipersoalkan masyarakat adalah penggunaannya pada Tahun 2015 lalu. Seperti pemasangan paving blok di Dusun Bajo dan Dusun Sanggrahan. Yang dikerjakan hanya di Dusun Sanggrahan. Kemudian pembelian lahan untuk pemakaman umum sebesar Rp 70 juta padahal pengakuan pemilik lahan hanya Rp 5 juta. Apalagi sertifikat lahan yang seharusnya mengatasnamakan desa justru dijadikan atas nama pribadi. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.