Bupati dan Pejabat Sumbawa Dites Urine

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/06/2016)

Bupati Sumbawa, Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD, Kapolres, Kajari dan Dandim 1607 Sumbawa serta sejumlah pejabat di Kabupaten Sumbawa menjalani tes urine, Minggu (5/6) pagi tadi. Tidak hanya pejabatnya, para istri juga ikut dites urine termasuk Ketua TP PKK. Hal ini dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2016. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan jalan santai yang diikuti seribuan peserta termasuk masyarakat luas, sehingga berlangsung semarak.

Ketua Panitia Penyelenggara, Drs H Mahmud Abdullah mengatakan, peringatan HANI ini jatuh pada setiap tanggal 26 Juni dan diperingati oleh seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Pemerintah Republik Indonesia telah menyatakan perang melawan narkoba mengingat saat ini Negara sudah dalam kondisi darurat narkoba. Sebagaimana data hasil penelitian BNN bekerjasama dengan pusat penelitian Kesehatan UI bahwa jumlah pengguna narkoba telah mencapai 1,5 % dari jumlah penduduk Indonesia atau mencapai 3,2 juta orang. Angka kematian pecandu narkoba 1,5% per tahun (15.000 orang per tahun) atau 45 orang mati per hari. Selain itu biaya ekonomi terbesar adalah untuk membeli dan mengkonsumsi narkoba mencapai Rp 11,5 triliun per tahun.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK dites urine
Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK dites urine

Karenanya Pemkab Sumbawa melalui BNK Sumbawa dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2016 ini telah melaksanakan berbagai kegiatan. Antara lain, melaksanakan tes urine bagi pegawai Eselon II sebanyak 34 orang dan hasilnya negatif. Kegiatan tes urine ini akan dilaksanakan secara berkala hingga seluruh pegawai dari tingkat kabupaten sampai tingkat kecamatan, kelurahan dan desa. Kemudian jalan santai yang dirangkaikan dengan kampanye anti narkoba oleh Kalakkar BNK Sumbawa, Kompol Syirajuddin Mahmud dan Direktur RSUD Sumbawa, dr Selvi. Ke depan pihaknya akan melakukan kegiatan preventif sebagai upaya memperkecil dan meniadakan permintaan narkoba. “Kalau permintaan kecil maka secara otomatis peredaran narkoba akan kecil. Jika permintaan tidak ada maka peredaran narkoba akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya seraya menambahkan bahwa upaya-upaya tersebut dilakukan dalam menyikapi semakin meningkatnya penggunaan dan peredaran narkoba, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun di wilayah Kabupaten Sumbawa. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Spot Belajar Sehat Gratis Polsub Sektor Kota Sumbawa Dilaunching