Pengusaha Muda Sukses Tantang Alumni UNSA Hijrah ke Bandung

oleh -100 views

Dari Kuliah Umum Kewirausahaan HMPS-PE UNSA

SUMBAWA BESAR, SR (02/06/2016)

Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (HMPS PE) Universitas Samawa (UNSA) menghadirkan pengusaha muda asal Sumbawa, Boris Syaifullah—CEO Borsya Cipta Communica (BCC). Pengusaha muda yang sukses di Bandung ini menyampaikan testemoninya pada kegiatan kuliah umum kewirausahaan di Auditorium UNSA, belum lama ini. Sebanyak 300 mahasiswa antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Panitia, Zia Hulhaq dalam laporannya menyampaikan kegiatan yang mengusung tema “Kiat-Kiat Menjadi Pengusaha Sukses” ini diharapkan dapat membangun jiwa enterpreneur mengingat berwirausaha sangat menjajikan bagi kehidupan masa depan. Karena itu menurut mahasiswa semester empat Pendidikan Ekonomi ini, untuk merealisasikannya dibutuhkan kekuatan lain terutama kekuatan dari diri individu dengan berani mencoba, berani berjuang, berani gagal serta berani sukses.

Sementara Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNSA, Drs. I Made Sentaya, M.Pd dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan kuliah umum yang diselenggarakan HMPS PE. Kegiatan ini tentunya akan memberikan insipirasi dan motivasi kepada mahasiswa untuk memulai berwirausaha. Apalagi saat ini persaingan sangat kompetitif terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kita harus mengembangkan diri sehingga tidak saja mampu berdaya saing lokal akan tetapi mampu berdaya saing global,” kata dosen senior di UNSA ini.

Boris Syaifullah—CEO Borsya Cipta Communica (BCC) duduk paling kiri
Boris Syaifullah—CEO Borsya Cipta Communica (BCC) duduk paling kiri

UNSA Wirausaha 1

Pada sesi kuliah umum, narasumber Boris Syaifullah, menjelaskan bahwa pengusaha sukses ada tiga tipe yaitu selalu menulis apa yang akan dilakukan pada hari-hari mendatang, melakukan komunikasi dengan baik dengan semua pihak baik internal maupun eksternal perusahaan sebagai kolega, dan percaya diri dengan apa yang dikerjakan serta adanya campur tangan tuhan.

Baca Juga  Perladangan Meluas, LAR Ai Ampuk Terancam

Pengusaha muda asal Labuhan Kuris Kecamatan Lape ini menceritakan perjalanan memulai usahanya hingga sukses seperti sekarang ini. Pada tahun 1997 lalu dia merantau menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Korea. Dari menjadi TKI ini dia mendapat gudang pengalaman termasuk kepercayaan dari perusahaan tempatnya bekerja. Sejak Tahun 2007 hingga 2010, Boris dieprcaya menjabat sebagai Manager Enginering di MISTEK, Co.Ltd. Kemudian 2011—2012 menjabat sebagai Manager Engineering di Korea Optic Technology (KOT, CO.Ltd). Selepas itu (2012) Boris kembali ke tanah air menjabat sebagai Local Director di PT. Indonesia Optic Technology–anak perusahan KOT, Co.Ltd di Bandung. Jabatan itu disandangnya hingga 2015, mengajukan mengundurkan diri pada Tahun 2016 kemudian mendirikan perusahaan yang dinamakan PT Borsya Cipta Communica sekaligus menjabat sebagai President Director. Selain itu Boris menjabat sebagai Director Marketing di Bagian Asia Tenggara, serta beberapa perusahaan di Indonesia di antaranya PT. Konesia Communication Indah, PT. Advancednet Indonesia (Litech) dan PT. Global Optical Communication Indonesia (GOCI). Dalam membangun usaha tidak mulus. Dalam menggeluti bisnisnya jatuh bangun itu sudah biasa. Bahkan dia pernah bangkrut sehingga beberapa asetnya dijual. Dia memulai usahanya hanya bermodalkan Rp 17 juta yang sangat tidak sebanding dengan kebutuhan akan fasilitas perusahaan. Dalam keterbatasan ini, modal yang paling penting adalah membangun trust (kepercayaan). Karena kepercayaan inilah, mesin-mesin milik perusahaannya di Korea meminjam mesin dengan system bagi hasil. Selain itu dalam melakukan kegiatan usaha harus dengan hati. “Jangan takut menjadi pengusaha karena seorang pengusaha mampu mempekerjakan orang lain. Ada 15 pemuda asal kampung saya di Labuan Kuris yang saya ajak bekerja di BCC. Jadi saya tantang alumni UNSA untuk berhijrah bersama saya ke Bandung,” tandasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.