SKPD Lelet Siap-siap Masuk Gerbong Mutasi

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (29/05/2016)

Leletnya beberapa SKPD dalam merealisasikan penyerapan APBD Sumbawa Tahun Anggaran 2016, akan menjadi penilaian khusus Bupati Sumbawa. Penilaian ini akan menjadi salah satu tolok ukur bagi pemerintahan Husni Mo untuk melaksanakan mutasi perdana di kalangan birokrasi dalam waktu dekat ini. “Memang tidak ada sanksi bagi SKPD yang tidak mampu mencapai target realisasi APBD, tapi bisa menjadi penilaian dalam melakukan mutasi. Tapi ini bukan satu-satunya dijadikan tolok ukur, masih banyak variabel lainnya,” kata Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc saat dicegat SAMAWAREA, Sabtu (28/5) kemarin.

Tentu ketidakcapaian target ini akan dilihat latar belakangnya. Jika memang disebabkan karena alasan administratif, menurut Bupati, itu bukan kelemahan atau kesalahan SKPD bersangkutan. Namun jika karena kelalaian yang disengaja dan ketidakmampuannya dalam memimpin SKPD, maka akan menjadi pertimbangan dan penilaian dalam menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat.

Diakui Haji Husni—akrab Bupati disapa, banyak kendala belum tercapainya target realisasi APBD terutama dana DAK dari pusat. Ini terjadi lebih pada faktor administrasi. Kendati demikian, apapun alasannya sangat berpengaruh terhadap upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya dalam membiayai kepentingan rakyat sumber terbesarnya ada pada APBD Sumbawa yang mencapai Rp 1,5 triliun. “Ada yang realiasinya hanya 20-30 persen. Artinya masih banyak yang belum terserap dan mestinya dibelanjakan untuk kepentingan masyarakat pada Bulan Januari-Maret ini tapi masih tersimpan di kas daerah,” sesalnya.

Baca Juga  Budidaya Udang, Langkah Tepat Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

Setiap SKPD ungkap Bupati, telah menetapkan target capaian atau kinerja yang merupakan tanggung jawab para pimpinan SKPD dalam mengemban amanah. Dan yang harus menjadi perhatian bahwa setiap target yang telah direncanakan menjadi titik tolak setiap arah program kegiatan SKPD ke depan.

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan tersebut, adalah tugas bersama untuk memperbaiki dan meningkatkannya ke arah yang lebih baik dan dilakukan dengan tekad, komitmen, konsistensi dan kesungguhan yang tinggi. Sehingga target tersebut mampu dicapai dengan baik yang berfokus pada hasil dan bermanfaat bagi masyarakat serta dilaksanakan secara cepat dan tepat. Terhadap capaian-capaian yang belum terlaksana secara maksimal, Bupati meminta kepada para kepala SKPD agar segera dilakukan perbaikan dan pembenahan.

Karena itu Ia meminta seluruh SKPD terutama yang belum mencapai target untuk dapat memenuhinya pada triwulan kedua yang masih tersisa waktu sebulan lebih. “Sampai 30 Juni nanti, target itu harus terpenuhi minimal deviasinya (kesenjangan) antara 5—10 persen, tidak seperti kemarin yang sampai 60-70 persen. Untuk itu seluruh SKPD berjuang, berusaha dan berupaya agar target yang dicanangkan dulu saat penganggaran harus bisa diraih dan dicapai.

Seperti diberitakan ada sembilan SKPD yang realisasi belanja langsungnya berada di bawah rata–rata, yaitu Diknas, Dikes, Dinas PU, RSUD, BKBPP, Diskoperindag, Dispertapa, Distamben, dan Dislutkan.  Selain itu juga  ada tujuh SKPD dan dua kecamatan yang realisasi belanjanya belum memenuhi target. Yaitu, Diknas, Dikes, RSUD, PU, Diskoperindag, Dispertapan, Dislutkan, Kecamatan Tarano, dan Kecamatan Buer.  Hal ini berdasarkan laporan hasil evaluasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2016 (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.