UU Perikanan Jerat Penyelundup Lobster

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (21/05/2016)

Saat ini penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa masih mengamankan seorang sopir bus yang menjadi perantara pengiriman ribuan bibit lobster yang dikemas dalam 12 kantong plastik. Penyelidikan terus didalami untuk mengungkap siapa pemilik dan pengiriman jenis udang yang dilindungi ini. Bibit lobster yang sebagian sudah mati tersebut, hendak dikirim ke Praya Lombok Tengah.

Kapolres Sumbawa melalui Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetiyo yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Sabtu (21/5), menegaskan bahwa menangkap, memperdagangkan dan mengonsumsi lobster sangat dilarang. Larangan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 1 Tahun 2015 tentang Pelarangan Penangkapan dan Perdagangan Lobster, Kepiting dan Rajungan. Bagi para pelaku yang terbukti melakukannya, terancam hukuman 3 tahun penjara. “Ini tindak pidana dan ada sanksi yang dapat menjerat pelakunya,” kata AKP Tri Prasetiyo.

Sebelumnya polisi mendapat informasi adanya penyelundupan bibit lobster. Tim Buser langsung bergerak mencegat Bus Labangka Jaya, jurusan Labangka—Lombok, di Jalan By Pass Kecamatan Unter Iwis, Jumat malam. Saat digeledah, informasi itu terbukti. Sedikitnya 12 kantong plastik yang dikemas di dalam kardus diamankan. Belasan kantong plastic itu berisi ribuan bibit lobster. “Bibit lobsternya kami sita sebagai barang bukti, sopirnya kami amankan untuk dimintai keterangannya,” jelas Kasat Reskrim.

Sementara sopir bus yang meminta namanya dirahasiakan, mengaku hanya diminta mengirim paket dan setiba di tempat tujuan ada yang menjemput. Ia tidak mengetahui jika paket bibit lobster kirimannya dilarang dan berdampak hukum. Selain sudah dua kali mengirim, penangkapan bibit lobster itu dilakukan secara bebas di Labangka bahkan dilakukan penangkaran tanpa ada yang melarang, termasuk pihak kepolisian di Labangka. “Saya hanya menerima paket dan mengirimnya dengan ongkos Rp 100 ribu,” akunya. (JEN/SR)  

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Demo AMLS, Blokir Jalan, Sweeping dan Ancam Duduki Lokasi Tambang