Pemeriksaan Tiga Tersangka Embung Sebewe Tuntas

oleh -2 views
Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD SH
Kasi Pidsus Agung Raka

Giliran PPK dan Tim BPKP

SUMBAWA BESAR, SR (19/05/2016)

Pemeriksaan Slamet Pujiono selaku Kuasa Direktur CV Ngadek Jaya menjadi pemeriksaan pamungkas pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa untuk tiga orang tersangka Proyek Embung Sebewe. Artinya pemeriksaan para tersangka proyek Tahun 2009 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,6 miliar, sudah tuntas. “Selasa (17/5) kemarin kami tuntaskan pemeriksaan tersangka,” kata Kajari Sumbawa melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), A. A. Raka P. D, SH, di ruang kerjanya, Kamis (19/5).

Untuk menuntaskan kasus tersebut, ungkap Agung Raka—akrab jaksa low profil ini disapa, masih ada beberapa lagi pemeriksaan. Yakni pemeriksaan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tim ahli dari BPKP. Sebenarnya pemeriksaan tim BPKP sudah selesai minggu lalu. Namun karena mereka ada kegiatan di Kejaksaan Tinggi membuat pemeriksaan tertunda. “Rencananya minggu ini PPK dan tim ahli BPKP akan dimintai keterangannya,” ujar Agung Raka.

Pihaknya juga sudah turun ke lokasi guna mengecek kondisi bendungan. Hasilnya, bendungan masih ada, hanya dalam kondisi rusak dan tidak dimanfaatkan mengingat aliran sungai sudah dipindahkan ke lokasi lain. Setelah semuanya sudah rampung, lanjut Agung Raka, pihaknya akan melakukan ekspos untuk menentukan langkah berikutnya. “Kemungkinan ada dan tidaknya calon tersangka baru nanti akan ditentukan dari hasil ekspos,” ucapnya.

Seperti diberitakan Kejaksaan Negeri Sumbawa telah menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan penyimpangan pembangunan Bendung Sebewe, Kecamatan Moyo Utara. Adalah SL (Pengawas Lapangan), SM (Kuasa Direktur), dan LM (Direktur CV Ngadek Jaya) selaku rekanan. Bahkan kejaksaan juga sudah mengantongi hasil perhitungan BPKP yang menyatakan besarnya kerugian Negara mencapai Rp 1,6 miliar. Sejumlah saksi di antaranya para pejabat Sumbawa kembali dimintai keterangan termasuk Sekda Sumbawa, H Rasyidi yang dalam proyek itu sebagai ketua tim investigasi. Embung Sebewe ini dibangun pada 2009 lalu menggunakan anggaran APBD Sumbawa. Belum berumur sebulan, embung itu sudah jebol akibat diterjang banjir. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Grebeg Rumah Geng di Alas, Polisi Temukan 7,56 Shabu