Konferensi Internasional Teknologi akan Digelar di Sumbawa

oleh -38 views

Dihadiri Ratusan ilmuwan Dunia dari Berbagai Negara

SUMBAWA BESAR, SR (18/05/2016)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali dipercaya untuk melaksanakan kegiatan berskala dunia. Setelah sukses menggelar ASEAN University Youth Summit (AUYS)—pertemuan pemuda se ASEAN, Januari 2016 lalu, kini UTS akan menyelenggarakan ConFAST (Fundamental and Applied Science for Advanced Technology) 2017 yaitu Konferensi Internasional Teknologi. Konferensi yang membahas tentang Fundamental dan Terapan Ilmu Teknologi Lanjutan ini akan dipimpin Dr Arief Budi Witarto dari UTS.  Dipastikan ratusan ilmuwan dari berbagai negara akan hadir. Sebelumnya, ConFAST 2016 sukses diselenggarakan di Yogyakarta, Pulau Jawa dengan total 450 peserta dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Jepang, Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, Rusia, Estonia dan Polandia.

Ketua Panitia ConFAST 2017, Dr. Arief Budi Witarto M.Eng
Ketua Panitia ConFAST 2017, Dr. Arief Budi Witarto M.Eng

Ketua Panitia ConFAST 2017, Dr. Arief Budi Witarto, M.Eng mengatakan ConFAST merupakan multi-conference, yang diselenggarakan oleh Universitas Teknologi Sumbawa, Universitas Ahmad Dahlan, dan Sains Pusat dan Teknologi Akselerator BATAN, bekerjasama dengan mitra lokal dan internasional. Konferensi ini akan diadakan di Sumbawa Besar, Indonesia, 1—2 Mei 2017 mendatang. “Atas nama panitia, kami senang mengundang anda ke ConFAST 2017,” ajak Doktor Arief, mantan Rektor UTS yang kini dipercaya sebagai Pengelola Science and Techno Park (STP) dan SIKIM UTS.

Pelaksanaan konferensi berskala dunia ini sangat pas digelar di Pulau Sumbawa. Menurut Doktor Arief, Pulau Sumbawa terletak di antara Pulau Komodo NTT yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia dan Pulau Bali yang merupakan tujuan wisata terkenal di dunia. Pulau Sumbawa juga sangat kaya akan keanekaragaman hayati baik flora, fauna, dan organisme laut, sebagai bagian kedua Wallacea Hotspot dan Coral Triangle. Sumber daya Pulau Sumbawa sangat melimpah terutama sumber daya geologi, di mana Batu Hijau–tambang emas terbesar kedua di Indonesia yang dikelola PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) berada. Belum lagi Gunung Tambora yang merupakan gunung berapi dengan letusan terbesar dan tercatat dalam sejarah manusia itu berlangsung 201 tahun yang lalu. Pulau Sumbawa semakin terkenal karena pernah dikunjungi selebriti dunia seperti mendiang Lady Di, Mick Jagger, Maria Sharapova, dan lainnya, untuk menghabiskan waktu luang mereka di resor eksklusif (Amanwana Resor) Pulau Moyo. “Ini adalah kesempatan langka dan baik untuk menghadiri konferensi di Pulau Sumbawa khususnya Kabupaten Sumbawa tempat yang indah dan unik,” kata Dr Arief. Untuk diketahui, ConFAST 2017 akan mencakup topik Biologi, Kimia, Fisika dan Matematika. Konferensi bersama akan memberikan kesempatan unik untuk pertukaran ide interdisipliner produktif di antara peserta dari industri, lembaga penelitian, dan akademisi.

Baca Juga  Diluncurkan IISBUD, Beasiswa “Sakiki 100 Kepala Desa” Disambut Antusias FK2D
Pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah SE M.Sc
Pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah SE M.Sc

Sementara itu, Pendiri UTS, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc menyambut hangat rencana kegiatan dunia tersebut terlebih lagi Sumbawa menjadi tuan rumah dan UTS dipercaya sebagai penyelenggara. Dipilihnya UTS ungkap Doktor Zul—akrab tokoh nasional asal Pulau Sumbawa ini disapa, kemungkinan lebih pada sosok Dr Arif Budi Witarto mantan Rektor UTS yang sekarang menjadi pengelola STP dan SIKIM UTS. Dr Arief dengan jaringan dan nama besarnya di kalangan intelektual mampu meyakinkan panitia bahwa Sumbawa memang tempat yang layak dan pas untuk para ilmuan dunia untuk retret intelektual dan berdiskusi tentang science dan teknologi. Sumbawa kaya akan biodiversitas, kaya akan sejarah masa lalu yang merubah wajah dunia dengan Tambora, menawarkan alam yang indah seperti Pulau Moyo dan lainnya. “Jadi kehadiran seorang tokoh besar di bidang pendidikan dan akademik memang bisa menjadi magnet luar biasa bagi komunitas ilmuwan,” katanya.

ConFAST 2017 dinilai Doktor Zul, merupakan momentum besar bagi Sumbawa untuk menyiapkan diri menerima tamu dari berbagai Negara dan berbagai daerah di Indonesia. Pengelola hotel, restaurant, moda transportasi, obyek-obyek wisata dan museum, harus segera membaca diri dalam upaya menyambut tamu dan menampilkan diri secara baik. Selain itu kehadiran intelektual-intelektual dunia bisa dimanfaatkan oleh kampus-kampus yang ada di Sumbawa juga sekolah-sekolah, untuk memberikan kuliah tamu, dialog dan lain-lain. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.