Mahasiswa UTS Belajar Jadi Pengusaha di Singapore

oleh -11 views

SUMBAWA BESAR, SR (12/05/2016)

Munyta Mentari, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS belajar menjadi seorang wirausawahan (enterpreunership) di Singapura. Kegiatan itu merupakan bagian dari program Youth Excursion yang diselenggarakan Youth Leader Alliance,  sebuah organisasi kepemudaan ASEAN yang kerap membangun jaringan dan kerjasama dengan pemerintah, universitas, dan enterpreuner se-ASEAN. Program Youth Excursion ini bertujuan untuk menanamkan jiwa enterpreunership dalam diri pemuda ASEAN agar siap bersaing menghadapi ASEAN Economi Community (AEC). Selain itu sebagai platform untuk mempertemukan seluruh pemuda di ASEAN dalam rangka bertukar fikiran dan berkolaborasi menghadapi AEC. Kegiatan ini sudah yang ketiga kali setelah pelaksanaan pertama di Malaysia, Januari 2016, kedua di Thailand, Maret 2016 dan kali ini di Singapore. Mengambil tema “Connecting ASEAN Youth Leader to The World” Munita bersama 50 pemuda dari beberapa universitas dan enterpreuner se-ASEAN tersebut menjalani pelatihan tentang enterpreunership selama lima hari sejak 9 hingga 13 Mei 2016.

Hari pertama peserta melakukan registrasi dan berkenalan dalam acara Welcome Party yang disiapkan panitia secara meriah. Hari kedua peserta ditantang untuk melakukan analisis bisnis di tiga pusat bisnis terbaik Singapura yaitu di Cina Town, Bugis Street, dan Mustafa Center. Seluruh peserta diharuskan mewawancarai para penjual dan pembeli tentang jenis barang, harga, dan market strategi di ketiga tempat tersebut yang kemudian hasilnya dibicararakan dalam diskusi analisis dengan menggunakan system SWOT (Strenght, Weakness, dan Opportunity and Treat).

Baca Juga  UNSA Olah Sampah di Labuhan Bajo, Tanam Pohon di Pelat

UTS Singapore 1UTS Singapore Munita 222 UTS Singapore Munita 1Hari ketiga peserta menjalani program Youth Start Up Symposium, dimana seluruh peserta berdiskusi dengan beberapa ahli enterpreuner ASEAN. Dilaksanakan di Nasional University Singapore Enterprise yang merupakan center start up bussines di Singapore, panitia menghadirkan Siti Aisyah Zahari, seorang desaign-preneur and co founder of The Orange Hive Community. Maulana Bachtiar, pemuda asli Indonesia yang bekerja di Singapore dan merupakan founder Global Indonesian Voice, sebuah program bagi pemuda Indonesia untuk memfasilitasi global exchange pemuda. Ada juga Ian Chong, seorang Regional Manager Of Angelhack yang ahli di bidang technology, dan Khairul Rusydi, Co Founder and CEO Of Reactor and Start Up. Program ini memberi pemahaman kepada peserta tentang pentingnya teknologi dalam keberlangsungan bisnis, tidak hanya dalam menghadapi persaingan tapi juga untuk promotion product.

Kegiatan yang berpusat di Hotel 81 Dicakson, Little India Singapore ini diakhiri dengan closing ceremony. Sebagai satu-satunya pemuda dari Sumbawa, Munita berniat mempelajari lebih dalam tentang bagaimana menjadi seorang enterpreuner agar dapat berkontribusi secara nyata dengan tidak lagi mencari pekerjaan namun justru menciptakan lapangan pekerjaan yang tidak hanya menghasilkan profit untuk kepentingan pribadi tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Munyta sengaja memilih mengikuti program yang ketiga ini karena menilai bahwa Singapura merupakan negara terbaik di bidang industry di ASEAN. Bahwa dengan sumber daya alam yang sangat terbatas, perekonomian Singapore sangat bergantung pada impor-expor dan pelayanan jasa. Namun karena Singapore memusatkan pembangunannya pada Human Resource yaitu education and technology, membuat Singapore mampu lebih maju dibanding Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Melihat potensi alam Sumbawa, Munyta berharap dirinya mampu berkontribusi untuk daerahnya dengan terus meningkatkan kemampuan dirinya dan menjadi enterpreuner yang kelak akan menciptakan lapangan kerja bagi kesejahteraan masyarakat. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.