Abi Mang Minta Polisi Teruskan Proses Hukum

oleh -6 views
Abi Mang bersama tim pengacaranya dan Wakapolres Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (11/05/2016)

Putusan Mahkamah Partai Golkar (MPG) tidak berpengaruh terhadap dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan Ketua DPD Golkar Kabupaten Sumbawa, Dr. Drs. Arahman Alamudy SH M.Si. Bahkan Abi Mang—akrab politisi Golkar ini disapa, bertekad untuk meneruskan proses hukum tersebut hingga tuntas. “Proses hukum ini terus berjalan dan kami harap pihak kepolisian dapat menuntaskannya,” kata Abi Mang kepada SAMAWAREA tadi malam.

Langkah hukum terhadap H Farhan Bulkiyah SP dan Ahmadul Kusasih SH ini ungkapnya menyangkut harga diri, reputasi dan kehormatannya yang harus diperjuangkan dalam kerangka kebenaran. Karena itu langkah hokum ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi orang yang dengan sengaja atau tidak sengaja menyebarkan fitnah di masyarakat yang dikhawatirkan akan menimbulkan konflik yang lebih luas.

Doktor Abi Mang bersama Wakapolres Sumbawa Kompol Yuyan Priatmaja SIK dan Kasat Intelkam.
Doktor Abi Mang bersama Wakapolres Sumbawa Kompol Yuyan Priatmaja SIK dan Kasat Intelkam.

Dijelaskan Abi Mang, SK pemecatan atas dirinya dan dua kader Golkar lainnya, Agus Salim dan Abdul Haji, ditandatangani tertanggal 8 Januari 2016. Padahal saat itu masih terjadi status quo atau kekosongan jabatan di pucuk pimpinan Partai Golkar. Hal ini menyusul tidak di SK-kannya Munas Ancol dan Munas Bali. Untuk mengatasi kevakuman ini Menkumham menerbitkan SK tertanggal 28 Januari agar kembali ke kepengurusan Munas Riau untuk 6 bulan ke depan dalam rangka penyelenggaraan Munaslub rekonsiliasi. Hingga 25 April SK ini masih berlaku. Namun tanpa diduga Haji Farhan dan Ahmadul membuat surat pengantar atas pemecatan dirinya tertanggal 15 April 2016 lalu disebarkan ke sejumlah instansi. Sementara saat itu status otoritas dan legitimasi hukum berada di Munas Riau, yang artinya dirinya masih sah sebagai Ketua DPD Golkar Sumbawa. “Lalu kenapa keduanya ysnh tidak punya legitimasi berani menggunakan kop dan stempel DPD Golkar Sumbawa. Tapi bukan dugaan pemalsuannya yang kami adukan dulu, yang paling substansi adalah dugaan tindak pidana pencemaran nama baik,” tukas Abi Mang.

Baca Juga  Tabrak Kerbau, Anggota Polisi Tewas Terbakar

Karena itu Ia menghimbau seluruh kader Golkar dapat memahami akar permasalahan sebenarnya sehingga tidak menimbulkan persepsi yang berbeda. Mereka lebih memilih cara-cara santun dan procedural yaitu menempuh upaay hukum, dan mengadukan persoalan itu ke Mahkamah Partai tanpa melakukan hal-hal lain yang menimbulkan kegaduhan di daerah. “Alhamdulillah polisi sudah menyikapi dengan menerima laporan kami, dan mahkamah partai sudah menyikapi dan mengeluarkan rekomendasi,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK yang ditemui di Gedung DPRD Sumbawa belum lama ini, mengaku masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi baik pelapor maupun pihak terkait lainnya. Mengenai adanya dugaan pemalsuan tandatangan atau SK, pihak kepolisian tentu memerlukan keterangan saksi ahli dan alat bukti. Tentunya untuk menentukan palsu dan tidaknya akan dilakukan uji forensik di Labfor Denpasar Bali. “Untuk sementara ini kita masih periksa saksi-saksi,” demikian Kapolres. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD