Temuan Mahasiswa UTS Terbaik di TTG Tingkat Propinsi NTB

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (10/05/2016)

TTG Smart Pertable Sollar Cell temuan Ilmam Wierawansyah Eltara–mahasiswa Program Studi Metalurgi dan Material, Fakultas Teknologi Pertambangan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menjadi salah satu alat yang diandalkan Provinsi NTB untuk meraih anugerah TTG tingkat nasional. Nantinya, akan ada 34 Provinsi yang akan berlomba untuk memperebutkan stand terbaik dan penemu TTG terbaik pada Oktober 2016 mendatang dan Provinsi NTB dipercaya sebagai tuan rumah Gelar TTG 2016. Sebelumnya temuan mahasiswa UTS ini merupakan salah satu dari 7 alat TTG unggulan Kabupaten Sumbawa yang diikutkan dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi NTB di Kabupaten Sumbawa Barat, 27—30 April 2016.

Dalam gelar TTG di Taliwang itu, UTS mengikutkan dua mahasiswanya, yaitu Imam Wierawansyah Eltara dengan Temuan TTG “Smart Portable Solar Cell” dan Iftitah dengan “Filter Water Hygienis”. Alat temuan Imam—akrab disapa mahasiswa asal Desa Baru Tahan, Kecamatan Moyo Utara ini berhasil lolos menjadi salah satu alat TTG unggulan Kabupaten Sumbawa. Berkat alat yang ditampilkan ini membuat stand TTG Sumbawa ramai dikunjungi sehingga berhasil menyabet juara 1 mengalahkan 9 kabupaten/kota lainnya.

UTS TTG 1UTS TTG 2UTS TTG 3UTS TTG 4Smart Portable Solar Cell, merupakan sebuah alat penangkap energi matahari untuk diubah menjadi energi listrik. Dengan berbagai pengembangan Imam berhasil membuat sebuah inovasi baru dalam penggunaan solar cell pada umumnya. Solar cell ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Ini bisa ditempatkan dimana saja seperti taman atau bagian rumah lainnya tanpa harus diletakkan di atap atau tempat yang tinggi. “Solar Cell Portable yang saya buat ini bisa dipindah kemana-mana karena bentuknya pendek dan mudah dirangkai serta yang disesuaikan dengan wadahnya,” jelasnya.

Baca Juga  Atasi Penculikan, Guru dan Orang Tua Harus Bersinergi

Kemudian dalam material alat itu ada substrat pada bagian panel. Ini dapat meningkatkan kemampuan panel dalam menyerap energi matahari. Jika umumnya mengecast accu dengan daya 70 Ahm membutuhkan waktu 7-8 jam, tapi dengan menggunakan panel temuannya hanya 1-2 jam. Selain itu untuk memudahkan penggunaan, Imam juga menambahkan BCU (Battarei Control Unit) yaitu alat pengontrol Accu yang dilengkapi dengan lampu indikator maupun inverter. Lampu indicator untuk mengontol accu dan inverter untuk mengontrol penggunaan arus listrik. Imam berharap temuan ini menjadi pemenang di tingkat nasional. Namun yang paling penting alat tersebut mampu mengatasi persoalan masyarakat terutama kerap terjadinya pemadaman listrik dan mahalnya biaya penggunaan listrik.

Untuk diketahui, Lomba TTG merupakan proses mengembangkan kreativitas dan kemampuan inovasi masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing masyarakat guna meningkatkan produk unggulan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Selain itu, mendukung pengembangan kecerdasan lokal (local genius). Ekonomi kreatif ini merupakan kegiatan terpadu bagi penyebarluasan informasi berbagai jenis TTG dalam mengelola sumber daya alam yang dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat, sekaligus forum untuk menggali gagasan pemikiran dalam penyusunan kebijaksanaan memasyarakatkan dan memanfaatkan TTG di masa mendatang. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD