Puluhan Penjual Ikan Ngelurug ke Gedung DPRD

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (09/05/2016)

Pedagang ikan dan bawang di Pasar Seketeng mendadak menghilang, Senin (9/5). Ternyata para pedagang yang semuanya ibu-ibu ini ngelurug ke gedung DPRD Sumbawa yang berlokasi di KM 7 ruas jalan Sumbawa—Bima. Mereka menggelar aksi unjuk rasa memprotes penertiban yang dilakukan tim bentukan pemerintah daerah yang akan dilaksanakan siang tadi. Aksi yang didukung Aliansi LSM ini dikawal ketat aparat kepolisian Polres Sumbawa yang dipimpin Kasat Sabhara.

Sempat terjadi saling dorong antara ibu-ibu dengan aparat kepolisian. Keinginan mereka untuk masuk dihadang mengingat saat itu tengah berlangsung Rapat Paripurna DPRD yang dihadiri Wakil Bupati Sumbawa. Akhirnya para pedagang inipun diijinkan masuk dan diarahkan ke ruang sidang pimpinan dan diterima sejumlah anggota DPRD gabungan Komisi II dan Komisi III DPRD Sumbawa, di antaranya Rusli Manawari, Muhammad Yamin SE M.Si, Hamzah Abdullah, Yasin Musamma SAP, dan Salman Alfarizi SE. Di hadapan wakil rakyat ini, Dewi salah seorang penjual ikan tidak menolak untuk ditertibkan dengan memindahkan mereka dari luar ke dalam. Namun penertiban itu tidak tebang pilih. “Kalau mau digusur ya gusur semua. Jangan kami diarahkan ke dalam tapi masih ada yang berjualan di luar,” pintanya.

Selain itu ia meminta agar lokasi baru itu tidak terlalu dengan pembuangan limbah atau pengangkutan barang sehingga mereka tidak terlalu banyak mengeluarkan ongkos buruh. Nur pedagang lainnya, meminta DPRD memberikan kepastian kepada mereka tempat berjualan. Mereka berharap lokasi baru itu membuat mereka lebih nyaman dari sebelumnya.

Baca Juga  Populasi Sapi Bali di Sumbawa Turun 7,5 Persen

Demo Pedagang Pasar 1Menanggapi hal itu Ketua Komisi III, Rusli Manawari mengaku sangat merasakan bagaimana nasib pedagang ikan. Sebab orang tuanya membesarkannya hingga menjadi manusia hasil dari ikan. Karena itu Ia mengaku sejak lama fraksinya, PPP, menyuarakan agar Pasar Seketeng direlokasi karena lokasi sekarang sudah tidak representative lagi. Sebab kondisinya sudah over kapasitas sehingga tidak heran jika banyak pedagang yang meluber keluar. “Bukan salah pedagang, tapi pemerintah harus bisa mencari solusi agar mereka bisa mencari nafkah dengan nyaman dan aman,” ucapnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi II, Salman Alfarizi menyatakan sebelum pedagang ditertibkan, harus dilakukan penataan Pasar Seketeng agar semua pedagang bisa terakomodir. Untuk hal ini, pihaknya berjanji akan menyurati SKPD terkait dan tim penertiban. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD