Inilah Kuda Juara Final Pacuan Gubernur Cup 2016

oleh -46 views

SUMBAWA BESAR, SR (08/05/2016)

Sebanyak 14 kuda menjadi yang terbaik pada laga final Pacuan Kuda Gubernur Cup dan Bupati Sumbawa Cup 2016, Minggu (8/5). Para jawara ini masih didominasi ‘wajah lama’. Ada juga pendatang baru yang mengukir sejarah dan mulai diperbincangkan para penggemar kuda. Sebut saja Yang Kucinta, Ratu Jagat, Cantik Manis, Pantai Selatan dan Dewi Persik. Kuda ini terbilang baru namun sudah berhasil meredam ambisi sejumlah kuda juara lainnya. Sementara Liberty, Ratu Ayu, Sang Bima, Gadis Villa, My Darling, Mustang dan Men Over, adalah kuda gaek yang tetap menjaga citra sebagai sang legenda. Empat belas kuda ini berhak membawa pulang masing-masing unit sepeda motor. Ketika gong laga ditabuh sejak pagi hari, semangat para penggemar kuda sudah mendidih. Betapa tidak, yang bertarung pada babak final hari terakhir pacuan tersebut adalah kuda-kuda juara bertahan.

pacuan final 4KELAS PEMULA, Yang Kucinta menjadi pembuka kemenangan awal laga. Saingannya Gotik (Arif Kr Cemes) harus puas di tempat kedua dan mengakui keunggulan kuda berbulu merah milik Sopan Sopian SE Kobi ini. Menyusul di posisi ketiga Gadis Pantura (Wahid Sernu) lalu Bintang Lapangan (Ardiansyah Gapit) dan Cinderella (Drs Edi Kalampa Bima). KELAS TK, Ratu Jagat menjadi yang tercepat. Kuda milik Rehan Efati Berare unggul dari Pesona (Robi Gapit) dan Citacitata (Adinda Kr Cemes). Sementara juara harapan diraih Maradona, Perintis, dan Laras. Berlanjut ke KELAS OA. Cantik Manis kuda berbulu gesang milik Drs Muhdar Jakarta keluar sebagai juara pertama disusul Stesye (H Adnan Kobi) dan Krisdayanti (Jonatan Kobi). Desilva, Kejar Untung, dan Kokus hanya berada di posisi juara harapan. KELAS OB, Kunanti sudah diunggulkan sejak awal karena selalu menempati posisi pertama. Kini kuda milik Bidan Tati RSUD Sumbawa kembali membuktikannya dengan mengalahkan Jop Spit kuda terkuat milik Bupati Dompu Bambang Yasin dan Mastora milik Karyawati Utami BNI. Di belakangnya mengekor Gadis Bima, Sarmila dan Garuda Sakti.

Baca Juga  Science Film Festival Bersinar Terang di Tahun Cahaya Internasional

KELAS HARAPAN A, Silver lebih mencapai finish. Kuda milik Ideva Suntu Kobi ini sempat tertinggal, namun di tikungan terakhir melaju kencang meninggalkan Bintang KJ (Zilfaturahman Sila Bima) dan Barongsae (Ikbal Kr Cemes). Sedangkan Bintang Lapangan, Walikota, dan Sambar hanya meraih juara harapan. Bergeser ke KELAS HARAPAN B. Pantai Selatan membuat penggemar kuda terbelalak. Meski pendatang baru, kuda milik Dwi Prayoga Raberas ini berhasil mencapai garis finish lebil awal setelah di luar dugaan mengalahkan Salju (Heru Satria Ramdani Sumbawa) dan Raodah (Ir H Nggempo Bima). Cahaya Tambora, Pala Kencana dan Putri Anggara menduduki peringkat harapan.

Memasuki KELAS TUNAS A, laga semakin berat. Di kelas ini kuda juara berkumpul. Namun nama besar Liberty tak tergoyahkan. Kuda milik H Abdullah Kota Bima ini tak mampu terkejar. Menyusul di belakangnya, Markues (Jonatan Kobi) dan Labalong (Bonita Bo On Labuan Badas). Putra Anugrah, Payung Mas, dan Dewa Siwa berada di posisi selanjutnya. KELAS TUNAS B, Dewi Persik selalu tampil menggoda. Pesonanya ini membuat lawan-lawannya semaput. Kuda milik Jonatan Kobi tersebut berhasil meraih juara pertama mengalahkan Gelora Asmara (Roni Jotang), dan Letusan (Suratman Bima), serta Kota Intan, Merpati Putih dan Pangeran di posisi harapan. KELAS TUNAS C, Ratu Ayu tak tertandingi. Kuda milik Wakil Walikota Bima H A Rahman tampil memikat menyudahi perlawanan Angin Topan (Am Imran SH Seketeng), dan Gadis (FA 12 Mubarak Kobi) yang bertengger di posisi kedua dan ketiga. Sementara Ratu Kuin, Burak dan Bintang Planet harus puas di peringkat harapan.

Sang Bima menjadi bintang di KELAS DEWASA A. Kuda pacuan berbulu merah milik Bupati Bima Hj Dinda Damayanti ini mengalahkan kuda gaek, Sandang Pangan (H Hamzah Boal Empang) dan Mawar Merah (A Rahman Kakiang). Inova, Perkasa dan Kejar Untung berada di posisi empat, lima dan enam.

Baca Juga  Kenalkan Pertambangan, PTNNT Gelar Goes to Campus
Gadis Villa sang legenda
Gadis Villa sang legenda

Pacuan Final 2

 

 

KELAS DEWASA B, Gadis Villa tak ada lawan. Kuda favorit ini selalu terdepan. Sejak box star dibuka, Gadis Villa berada di urutan ketiga. Tapi ketika memasuki tikungan kedua, kuda berbulu gesang milik Ibrahim Abdurrahman Jakarta ini mengambil peran menjadi komando kuda lainnya. Kontiki (Gaesan Balebunga Dompu) dan Mahkota Intan (H Ango Muer) mengekor di posisi kedua dan ketiga. Kaisar, Buser dan Bolly meraih juara harapan.

Kemudian KELAS DEWASA C. My Darling milik Sania Kobi terlalu kuat untuk lawan-lawannya. Kuda berbulu monca ini membuat Hj Rukmini Alimuddin pemilik Arta Prima lemas karena kudanya berada di belakang My Darling. Urutan ketiga diraih Gadis Praya (H Lalu Arif Praya), disusul Raja Kelana, Angin Laut, dan Herkules.

KELAS DEWASA D. Mustang kuda tangguh milik Walikota Bima H Qurais H Abidin meraih posisi pertama. Kuda berbulu monca lebih cepat sedikit dibandingkan dengan Cewek Masa Kini—kuda hebat milik Hj Rukmini Alimuddin Sape Bima. Urutan ketiga diraih Ratu Jordan (Drs Mursalim Labuan Sumbawa).

Men Over tercatat sebagai kuda terbesar, menjadi penutup kemenangan di babak final ini. Kuda berbulu monca milik Lionel Sape Bima yang berlaga di KELAS DEWASA E ini jauh meninggalkan lawan-lawannya seperti Adi Bintang (H Ahyar Dompu) di urutan kedua, dan Ratu Jordan (Drs Mursalim) posisi ketiga. Terpedo, Boboho dan Master Laba Laba meraih juara harapan. Untuk juara pertama mendapat hadiah 1 unit sepeda motor, juara kedua seekor sapi, ketiga kulkas dua pintu dan juara harapan masing-masing televisi 21 inch. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD