Jelang Evakuasi, Pedagang Pasar Seketeng Kian Bertambah

oleh -0 views

SUMBAWA BESAR, SR (04/05/2016)

Penataan Pasar Seketeng dalam rangka evakuasi para pedagang yang berada di luar untuk masuk ke dalam terus dilakukan tim penertiban dalam beberapa hari ini. Mulai dari penyiapan tempat, hingga pendataan para pedagang yang akan dipindahkan 9 Mei mendatang. Hasil pendataan sebelumnya, jumlah pedagang mencapai 203, namun dalam dua hari ini semakin bertambah menjadi 271 pedagang. Adanya penambahan ini diakui Koordinator Tim Penertiban, Drs H Naziruddin M.Si yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Selasa (3/5) kemarin.

Penambahan tersebut diduga Haji Nazir—akrab mantan Kadis Koperindag yang kini menjadi staf ahli bupati ini, karena tim salah mendata karena ada pedagang yang luput dari perhitungan. Dengan adanya penambahan ini sempat membuat tim berpikir terutama soal space atau lokasi penempatan para pedagang. Setelah dicek kembali ternyata banyak lorong-lorong cukup luas yang selama ini tidak berfungsi. Selain itu ada beberapa bangunan semi permanen yang selama ini digunakan sebagai gudang akan dibongkar. Ketika ini dilakukan semua pedagang yang ada dan berada di luar bisa tertampung. “Ternyata pedagang ikan tidak terlalu banyak, justru pedagang bawang dan sayuran yang lebih banyak. Jadi yang kita prioritaskan untuk menata mereka,” ujarnya.

Dengan penataan dan penyediaan tempat yang representatif, Ia memastikan Jalan Mujair samping kanan dan depan pasar akan bersih dari para pedagang. Tim juga akan terus memperbaharui data sebelum hari H evakuasi untuk mengidentifikasi agar tidak ada lagi muncul pedagang dadakan yang memanfaatkan moment tersebut.

Baca Juga  1.700 Ton Beras di Gudang Bulog Bima Terendam

Untuk diketahui ungkap Haji Nazir, upaya penertiban ini disambut positif para pedagang. Mereka terlihat sangat antusias untuk segera ditata. “Kami sudah bertemu dengan Komunitas Pedagang Pasar Seketeng. Mereka sudah tidak sabar untuk segera dievakuasi. Artinya mereka sangat mendukung upaya pemerintah untuk melakukan penertiban di pasar itu. Ini tentunya harus dibarengi dengan peningkatan SDM pengelola pasar agar dapat melaksanakan tugasnya secara jujur dan professional,” demikian Haji Nazir. (JEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD